Jumat, 14 Feb 2020 16:33 WIB

Terkait Virus Corona, Cal Crutchlow Dituduh Rasis ke Fan China

Doni Wahyudi - detikOto
DOHA, QATAR - MARCH 24: Cal Crutchlow of Great Britain and LCR Honda heads down a straight during the MotoGp of Qatar - Free Practice at Losail Circuit on March 24, 2017 in Doha, Qatar.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Cal Crutchlow dituding bersikap rasis ke fan asal China (Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Cal Crutchlow dapat tudingan telah bersikap rasis pada fan dari China. Penyebaran virus corona ikut dibawa-bawa dalam sangkaan tersebut.

Adalah sebuah blog asal China yang memuat tudingan aksi rasisme pada Crutchlow. Rider asal Inggris itu dituding melakukannya saat menjalani tes pramusim MotoGP di Sirkuit Sepang.

Diceritakan, Crutchlow menolak berfoto dan memberi tanda tangan pada sekelompok fan asal China. Padahal Marc Marquez, Alex Rins, dan Fabio Quartararo mau bercengkerama dengan fan asal China tersebut.

"Belum lama ini, pebalap MotoGP itu melakukan sesi tes di Sepang, Malaysia, namun sesuatu yang menyedihkan terjadi dan itu bahkan membuat marah fans dan negara-negara Asia. Crutchlow menolak permintaan foto bersama dan tanda tangan dari sekelompok fans asal China, (lalu) memperingatkan ke mereka kalau hidupnya berharga dan tak mau sampai tertular virus," tulis blog itu dikutip dari GPOne.


"Orang Asia punya banyak virus, kalian orang China punya Sars," tulis blog tersebut mengutip ucapan Crutchlow.

Tudingan tersebut langsung dibantah Tim Manajer LCR, Lucio Cecchinello. Dia membenarkan telah meminta Crutchlow berhati-hati dengan penyebaran virus. Tapi itu bukan berarti Crutchlow menolak berfoto atau memberi tanda tangan.

Cal Crutchlow diminta berhati-hati dengan penyebaran virus. Cal Crutchlow diminta berhati-hati dengan penyebaran virus. Foto: AFP PHOTO / MANAN VATSYAYANA



"Cal dan seluruh tim, selama di tes Malaysia, menerima instruksi yang jelas dari saya soal masalah kesehatan, terlebih lagi tentang peluang tertular. Faktanya, di 2017, saya menderita flu babi di Qatar dan harus dikarantina selama dua pekan. Karena itulah saya meminta semua tim sepakat dengan 'kebijakan kesehatan' ini."


"Saya juga melarang pebalap sebisa mungkin melakukan jabat tangan, atau secepatnya menggunakan gel antibakteri sesudahnya. Untuk yang dituduhkan di blog, Cal sama sekal tidak kasar. Dia hanya meminta Dakota Mamola, asistennya, untuk mengambil spidol milik sendiri, untuk memberi tandang tangan. Dalam kesempatan itu dia membuat gurauan, yang mungkin telah disalahpahami," terang Cecchnello.



Simak Video "Sah! Lorenzo Jadi Pebalap Penguji Yamaha di MotoGP 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(din/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com