Serunya Balap Motor 'Garuk Tanah' Berbasis GPS Pertama di Indonesia

Ardian Fanani - detikOto
Minggu, 03 Nov 2019 18:25 WIB
Indonesia Enduro Rally Championship 2019 (IERC). Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Banyuwangi menjadi bagian dari ajang balap motor trail Indonesia Enduro Rally Championship 2019 (IERC). Sebuah event balap motor trail pertama di Indonesia yang menggunakan sistem teknologi GPS satelit. Ratusan rider dari segala penjuru tanah air dan mancanegara melintasi segala bentuk medan sejauh lebih dari 450 kilometer dari Banyuwangi menuju Bromo.

Rider deri negara lain, seperti Italia, Rumania, Malaysia juga mengikuti event balap motor yang lebih pantas disebut adventure ini.


"Dikatakan pertama di Indonesia, ini karena IERC 2019 Banyuwangi - Bromo, satu-satunya rally yang menggunakan GPS sebagai pemandu rutenya," kata Edy Kampang, ketua panitia event kepada detikcom, saat pelaksanaan lomba.

Para pembalap diberikan alat yang disebut tracker, yang akan memandu rute perjalanan. Secara otomatis, dari alat tersebut mampu merecord waktu yang ditempuh dari masing-masing tim. Sehingga, skor untuk tiap tim langsung diaplikasikan secara real-time.

 Indonesia Enduro Rally Championship 2019 (IERC). Indonesia Enduro Rally Championship 2019 (IERC). Foto: Ardian Fanani


"Selain itu, tracker dapat melaporkan segala bentuk macam pelanggaran. Seperti melenceng dari jalur atau nerabas (potong jalur). Bahkan ini juga berfungsi untuk menyampaikan informasi jika ada riders yang mengalami keadaan emergency," katanya.


Disini tidak asal main gas saja, kata Edy, karena mereka bakal melaju atas nama tim. Dalam satu tim terdiri dari 3 orang, sedangkan untuk aturannya, pemenang akan ditentukan dari jumlah total waktu yang didapat. Otomatis, mereka harus melakukan start bertiga dan finish juga bertiga.

"Apabila ada anggota yang terkendala atau berhenti dijalan, yang kita harapkan adalah kerjasama tim. Karena jika melanggar, pinalti akan dibebankan pada tim, bukan per orangnya," katanya.

Untuk jalur sendiri, secara keseluruhan dibagi menjadi 3 etape, selama 3 hari. Dimana, masing-masing etape memiliki ciri khas tersendiri. Misalnya saja, etape pertama, start di kecamatan Glagah dan finish di wilayah Kecamatan Kalibaru. Dimana, sekitar 95 persen etape pertama merupakan track off-road dengan kategori medan ekstrim.

"Hari kedua dari Kalibaru finish di Lumajang, ini rute on-road. Sedangkan etape terakhir, dari lumajang finis di Bromo, ini juga merupakan rute off-road ekstrim," katanya.



Alasan dipilihnya Banyuwangi dan Probolinggo sebagai lintasan IERC 2019 ini, karena Jawa Timur masih menjadi icon event di Indonesia. Selain itu, di Jatim ada dua destinasi yang populer hingga ditingkat internasional. Yakni, Gunung Ijen dan di Gunung Bromo.

"Selain ada titik safe zone, yang memungkinkan mereka untuk berfoto dan berkuliner, dalam lintasan pun mereka akan melewati rute-rute wisata. Ya semoga saja para pembalap ini tidak kepincut keindahannya dan justru memilih berwisata daripada melanjutkan perjalanan," pungkasnya.

Simak Video "Menikmati Suasana Romantis di Wisata Air Kalimas Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(bdh/ddn)