Tidak muluk-muluk, ide merakit mobil balap muncul hanya dari sekedar obrolan biasa. Dari obrolan tersebut, terkumpul lah sumbangan donasi dari para anggota BMW Club E30 Register yang kemudian terwujud mobil balap E30.
Foto: Khairul Imam Ghozali |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Khairul Imam Ghozali |
Untuk perubahan yang dilakukan lanjut Adhit memaparkan ada pada bagian mesin, dan kaki-kaki.
"Spek overall M52, terus transmisi pakai M40, kaki-kaki pakai coillover, terus ban karena regulasi ngikutin dari ETCC wajib pake Achilles karena kan produk dalam negeri ya, kita pakai ATR Sport, untuk ban basah 123S, terus Gardan ya LS biasa. Terus kita pakai engine management-nya itu masih pakai piggy-back biasa dari Dastek," tuturnya.
Foto: Khairul Imam Ghozali |
Mobil yang dirakit hanya dalam kurun waktu satu bulan ini, hanya memakan biaya Rp 180 jutaan.
"Total kita cost Ro 180 jutaan, overall dari beli mobil dan lainnya. Rp 180 juta itu kita kebanyakan dibantu sama temen-temen bengkel, harusnya lebih dari itu, tapi karena dibantu jadi dapat harga segitu," tutup Adhit.
(khi/ddn)












































Foto: Khairul Imam Ghozali
Foto: Khairul Imam Ghozali
Foto: Khairul Imam Ghozali
Komentar Terbanyak
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge