Sebuah manuver Rossi di putaran kedua dalam balapan di Misano, Minggu (11/9/2016) lalu, memantik perdebatan dengan Lorenzo dalam sesi konferensi pers seusai balapan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Baca juga: Perdebatan Rossi-Lorenzo Usai Balapan di Misano)
Di luar sesi konferensi pers, perang kata-kata ternyata masih berlanjut. Lorenzo terang-terangan mengaku tak suka dengan sikap Rossi dalam sesi konferensi pers.
"Jika Anda sudah berusia 37 tahun, Anda harus memberi kesempatan kepada orang lain untuk bicara. Ini tentang edukasi. Dia selalu melakukan hal yang sama, setiap hari Kamis, selama konferensi pers," kata Lorenzo seperti dikutip Motorsport.com.
"Ketika pebalap-pebalap lain sedang bicara, dia bicara dengan sangat lantang," imbuhnya.
"Ini bukan tentang ketika dia bicara. Ini tentang ketika dia menyela saat giliran saya yang bicara. Saya ingin menjawab pertanyaan yang ditanyakan ke saya, untuk memberikan pendapat saya. Tiba-tiba, dia mulai tertawa, seperti yang biasa dia lakukan ketika bicara dengan pebalap-pebalap lain selama konferensi pers," kata pebalap asal Spanyol itu.
Rossi sendiri mengaku tak akan berdiam diri jika Lorenzo mengkritiknya. The Doctor pun merasa harus membela diri.
"Saya pikir itu sama seperti overtaking lainnya, seperti yang dilakukan (Dani) Pedrosa pada saya atau semua yang dilakukan (Marc) Marquez pada saya di Silverstone," ujar Rossi.
"Saya tidak akan membiarkan Lorenzo mengatakan saya adalah seorang pebalap kotor ketika menyalip, karena itu tidak benar. Dia juga agresif ketika menyalip saya. Setiap orang bisa membuat kesimpulan masing-masing," katanya.
Ini bukan kali pertama Rossi dan Lorenzo ribut-ribut pada musim ini. Pada seri pembuka di Qatar, bulan Maret silam, keduanya juga sempat berdebat. Saat itu, Rossi yang tak senang dengan manuver Lorenzo dalam sesi kualifikasi.
(Baca juga: Lorenzo: Apakah Rossi Masih Marah Padaku?)
Rossi dan Lorenzo akan berpisah mulai musim depan. Rossi tetap bertahan di Yamaha, sementara Lorenzo telah menerima tawaran untuk pindah ke Ducati.
Di balapan San Marino sendiri, Dani Pedrosa secara mengejutkan berhasil memenangi balapan di San Marino. Ia menjadi yang tercepat setelah mengalahkan Valentino Rossi di tujuh lap terakhir.
Pebalap tim Repsol Honda itu menyentuh garis finis dalam waktu 43 menit 43,524 detik, unggul 1,7 detik atas Rossi yang harus puas menjadi runner-up. Melengkapi podium adalah rekan Rossi di tim Yamaha, Jorge Lorenzo.
Ini adalah kemenangan pertama Pedrosa di musim ini. Di 12 seri sebelumnya ia bahkan hanya bisa naik podium sebanyak dua kali, yakni sebagai runner-up di Argentina dan Catalunya.
Marc Marquez pada balapan ini hanya berada di urutan keempat, disusul Maverick Vinalaes. Meski demikian Marquez masih memimpin klasemen sementara dengan 223 poin, dengan Rossi di posisi kedua (180) dan Lorenzo (162). (mfi/ddn)










































