Kamis, 21 Mei 2015 09:37 WIB

Indonesia Berpeluang Gelar MotoGP 2017

Mercy Raya - detikOto
Jakarta - Indonesia berpeluang menjadi tuan rumah penyelenggaraan lomba balap motor dunia MotoGP. Rencananya ajang motoGP itu akan digelar dua tahun lagi di ‎Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Kesempatan Indonesia lebih besar karena kehadiran CEO Dorna SL (penyelenggara MotoGP), Carmelo Ezpelata, ke Indonesia.

‎"Buat kami ini sesuatu yang luar biasa bisa berada di sini. Kami sangat bangga menawarkan sejumlah negara untuk motoGP. Kami sudah menyepakati sejumlah hal, tapi masih ada beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi terkait fasilitas," kata Ezpelata dalam jumpa pers yang digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (20/5) malam.

"Kami akan membuat perjanjian sampai 2021, tapi banyak pekerjaan yang perlu dilakukan untuk Indonesia. Tapi kami menjanjikan akan bekerja sama dengan Kementerian terkait untuk menjadi bagian dari MotoGP.

"Penyelenggaran ini bukan hanya penting buat pebalap saja, tapi juga pabrikan-pabrikan motor. Kami berjanji akan bekerja bersama-sama."

Dalam tiga bulan ke depan akan dibuat nota kesepahaman untuk ajang ini. Namun sebelumnya akan dibuat tim kecil dulu yang melibatkan lintas sektoral kementerian.

"Hari ini kami tidak teken kontrak. Tapi kedua pihak sama-sama berkeinginan untuk menyelenggarakan ini di Indonesia. Lalu itu semua akan ditentukan dalam MoU tiga bulan kemudian," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Lebih dari itu, Arief‎ menyatakan event dunia seperti MotoGP merupakan kesempatan yang tak mungkin dilewatkan. Karena selain sebagai inspirasi untuk anak-anak muda yang suka motor, ajang ini efektif untuk mempromosikan branding pariwisata, Wonderful Indonesia" ke seluruh dunia -- karena MotoGP disiarkan langsung ke seluruh dunia.

Penyelenggaraan MotoGP 2017 juga diyakini akan membawa dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi dalam kegiatan pariwisata (direct economic and tourism), terutama dari pengeluaran para peserta selama berlangsung balap motor tersebut.

"Perhitungan sementara selama 4 hari berlangsungnya balap motor GP akan terjadi pengeluaran sekitar 91,73 juta dolar atau setara Rp 1,4 triliun," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Senada, Ketua Umum PP IMI Nanan Sukarna menyambut baik rencana ini. ‎"Tentunya ini merupakan hal yang luar biasa dan obsesi IMI juga untuk menggelar MotoGP. Tentu ini menyangkut harkat dan martabat kita. Kami bertanggung jawab dalam hal teknis, dan bisa mngeksplor ke seluruh komunitas yang ikut dan minta dukungan media juga untuk memberika masukan untuk event ini," ujar Nanan.

"Mudah-mudahan ini bisa jadi momentum bersama. Sirkuit yang ada kita perbaiki lagi dan event apapun bisa digelar di sini (Indonesia)," tambahnya.

Indonesia pernah dua kali menyelenggarakan Grand Prix motor, yaitu di tahun 1996 dan 1997. Kala itu pebalap kelas 500cc yang menjadi penguasa Sentul adalah Mike Doohan (1996) dan Tadayuki Okada (1997). Valentino Rossi (125cc) dan Max Biaggi (250cc) juga pernah membalap di sini di kelasnya masing-masing.



(Mercy Raya/Dadan Kuswaraharja)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
dMentor
×
Ide Bisnis Snack Ala Filsa Budi Ambia
Ide Bisnis Snack Ala Filsa Budi Ambia Selengkapnya