Marquez Bicara Soal Sanksi Diskualifikasi

Marquez Bicara Soal Sanksi Diskualifikasi

Doni Wahyudi - detikOto
Senin, 21 Okt 2013 17:56 WIB
Marquez Bicara Soal Sanksi Diskualifikasi
Phillip Island -

Meski menerima hukuman yang dijatuhkan, Marc Marquez menyebut sanksi diskualifikasi yang dia dapat di MotoGP Australia terlalu berat. Pada awalnya, dia malah tak tahu telah bersalah melanggar aturan.

"Hukumannya, mungkin itu terlalu berat, tapi pada akhirnya itulah keputusan yang dibuat. Saya pikir mungkin dijatuhi hukuman yang lain, mungkin (penalti) beberapa detik atau ride-through penalty," sahut Marquez mengomentari diskualifikasi yang dia terima di MotoGP Australia.

Race Direction menerapkan beberapa regulasi baru di MotoGP Australia, Minggu (20/10/2013) siang WIB. Selain mewajibkan pebalap mengganti motor di lap sembilan atau 10, balapan juga dipangkas dari sebelumnya berjumlah 27 putaran menjadi tinggal 19 lap saja. Selain itu, zona speed limit menjelang dan selepas pitlane juga diperpanjang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seluruh aturan tersebut diberlakukan khusus di Sirkuit Phillip Island terkait masalah pada ban Bridgestone. Pabrikan ban tersebut tak berani menjamin ban yang mereka siapkan bisa bertahan lebih dari 10 lap, lantaran lintasan sirkuit baru saja diaspal ulang.

Adalah Marc Marquez bernasib sial dengan aturan-aturan tersebut. Karena masuk pit dan mengganti motor baru di lap 11, pemuncak klasemen pebalap itu dikibari bendera hitam dan diharuskan langsung meninggalkan lintasan lantaran kena diskualifikasi.

"Kami membuat kesalahan besar dalam rencana balapan. (Balapan) itu memunculkan kebingungan besar karena kami pikir kami bisa melakukannya (masuk pit sebelum akhir lap 11) dan saya mengikuti apa yang tim katakan melalui pitboard. Dan saat mereka bilang 'box' saya masuk (pit stop), tapi itu suda terlambat. Kami pikir masih memungkinkan melaju di lap itu. Tapi kini kami belajar dari hal tersebut dan sekarang fokus ke Jepang," lanjut dia di Crash.

"Itu (keputusan) seluruh tim jadi Anda tidak bisa menyalahkan satu orang. Kami membuat rencana bersama dengan tiga atau empat orang bersama. Masalah terbesarnya adalah kami pikir masih bisa masuk pit pada lap itu."

"Hal positifnya adalah kami berada di sana dan berjuang untuk kemenangan. Saat saya melihat bendera hitam dan (angka) 93 itu sulit untuk dipahami. Saya pikir saya terlalu cepat saat masuk pit atau mungkin saya melewati garis putih saat keluar pit," tambah rider 20 tahun itu.

Sementara itu, Honda pun mengaku salah terkait insiden tersebut. "Tim membuat kesalahan, berpikir kalau Marquez bisa menjalani lap kesepuluh hingga tuntas dan masuk (pit mengganti motor) sebelum menjalani lap 11. Selain itu boks instruksi (untuk Marquez) di pit board terlambat satu lap," demikian pernyataan Honda seperti dikutip dari Crash.

'Balapan yang Membingungkan di Phillip Island'

Aturan ini tercatat baru kali pertama sepanjang sejarah, balapan MotoGP mewajibkan seluruh rider mengganti motor meski hujan tidak turun. Aturan lain soal speed limit diklaim membuat rider jadi bingung.

Karena alasan keamanan, terkait kekhawatiran akan daya tahan ban bridgestone tak cukup kuat untuk dipakai hingga balapan tuntas, Race Direction mewajibkan seluruh pebalap mengganti motor di lap sembilan atau sepuluh. Juga demi alasan keselamatan pebalap, race di Phillip Island dipangkas jumlahnya dari yang seharusnya 27 menjadi hanya 19 putaran saja.

Terkait keharusan melakukan pit stop, Marquez jadi 'korban'. Baru mengganti motor di lap ke-11, pebalap Honda itu dikibari bendera hitam alias didiskualifikasi. Marquez yang sebelumnya punya peluang jadi juara dunia di seri Australia kini cuma unggul 18 poin saja dari Jorge Lorenzo.

Perubahan aturan lain pada MotoGP Australia ini adalah area speed limit yang ditambah. Kembali karena alasan keamanan dan keselamatan, speed limit menjelang dan selepas pit diperpanjang.

Pedrosa sempat dijatuhi sanksi turun satu posisi di tengah balapan akibat melanggar speed limit tersebut. Namun karena Marquez didiskualifikasi, Pedrosa bisa langsung naik lagi ke posisi dua.

"Aturan-aturannya terus berubah setiap menit. Segalanya harus masuk kepala Anda dan sulit pada awalnya untuk beradaptasi dengan aturan tersebut tanpa membuat kesalahan," sahut Pedrosa usai balapan.

"Marc membuat kesalahan dan saya juga. Semuanya berjalan sangat cepat dan itu membingungkan untuk para pebalap dan mekanik. Kami harusnya tahu jelas di lap berapa harus masuk pit dan itu tak jelas apakah lap sembilan atau sepuluh, dan pitlane-nya juga lebih panjang dari kondisi normal. Semuanya aneh hari ini," lanjut dia di Autosport.

Kritik terkait perubahan beberapa aturan untuk balapan di Australia juga dilontarkan Colin Edward.

"Tidak senang dengan keputusan (pada Marc Marquez). Pertama kalinya skenario ini diterapkan dan (muncul) diskualifikasi. Kami bukan ahli matematika... biarkan kami membalap dan f*** off," tulis Edward melalui akun Twitternya.

(din/syu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads