Dengan mengendarai Ford Fiesta WRC, Rossi mengalahkan mantan pebalap Le Mans Rinaldo Capello (Citroen WRC DS3) dengan 2,8 detik setelah sembilan stage. Sebelumnya, Rossi juga pernah memenangi ajang ini pada tahun 2006 dan 2007.
Di ajang yang sama kali ini, dua pebalap MotoGP lainnya, Jorge Lorenzo sang juara dunia MotoGP 2012 dan Andrea Dovizioso, hanya finis di posisi sepuluh dan lima secara berurutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk Rossi, hasil itu ia harapkan dapat menjadi sebuah pertanda baik untuk kariernya di MotoGP musim depan. Sebelumnya, dalam dua musim bersama Ducati, Rossi memang menjalani musim-musim yang berat.
Selama membela panji Ducati, juara dunia tujuh kali kelas primer balapan motor grand prix itu cuma bisa tiga kali naik podium, tanpa meraih satu kemenangan pun. Musim depan, Rossi akan kembali ke Yamaha yang pernah mengantarnya ke empat gelar juara dunia MotoGP.
"Itu lebih dari sebuah kemenangan biasa. Ketika Anda menapaki tangga teratas menuju sebuah podium, rasanya selalu spesial, tapi di atas segalanya aku berharap ini adalah titik balik setelah dua musim sulit," katanya kepada Gazzetta dello Sport dan dikutip Autosport.
"Mari kita berharap ini adalah awal sebuah era baru. Kami juga harus kembali ke jalur kemenangan di MotoGP," seru Rossi.
Hayden Minta Ducati Sembuhkan 'Penyakit' Lama Desmosedici
Dua tahun berlalu, Ducati belum juga bisa menyembuhkan masalah understeer pada Desmosedici. Saat Velentino Rossi memutuskan 'menyerah' dan pindah ke tim baru, Casey Stoner meminta masalah itu secepatnya dipecahkan.
Soal understeer pada motor Ducati sudah dikeluhkan Rossi tak lama setelah dia bergabung dengan tim asal Italia itu di tahun 2011. Setelah dua musim terlewati, insinyur dan mekanik Ducati ternyata belum bisa memecahkan masalah itu. Rossi yang terlanjur kecewa akhirnya memutuskan 'pulang' ke Yamaha.
Hayden sejatinya merasakan kekecewaan yang sama dengan The Doctor, karena untuk kali pertama sepanjang karier di MotoGP, pebalap asal Amerika Serikat itu menyudahi musim tanpa sekalipun naik podium. Namun begitu, Hayden masih menyimpan keyakinan kalau Ducati bakal segera bisa menuntaskan penyakit lama yang sudah sangat mengganggu performa mereka dalam dua musim ke belakang itu.
"Itu benar kami belum memecahkan masalah di bagian depan dan saat membelok, tapi banyak kondisi yang sudah jauh membaik dan Valentino mendapatkan banyak hal yang dia inginkan. Secara pribadi, buat saya sudah ada perkembangan dibanding dua tahun lalu. Tapi jelas itu belumlah cukup," sahut Hayden di MCN.
"Tidaklah mudah untuk menemukan hal ajaib yang bisa memperbaiki segala hal, tapi kami di Ducati sudah memiliki ide dan jelas saya berharap kami bisa melakukannya. Tapi jelas kami harus memperbaiki masalah itu. Kami juga punya masalah lain," lanjut dia kemudian.
Ducati dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu mengaku kalau mereka butuh waktu untuk bisa kembali ke persaingan papan atas. Wolfgang Durheimer selaku pimpinan badan riset dan pengembangan motorsport Audi, yang kini jadi perusahaan induk Ducati, menyebut kalau timnya baru akan bisa bertarung jadi juara di musim 2015.
(din/syu)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas