PT BYD Motor Indonesia memberi sinyal pabrik di Subang, Jawa Barat sudah beroperasi. Sebagai tahap awal, BYD mengatakan produksi akan fokus pemenuhan kebutuhan display dan unit test drive untuk dealer.
Sepanjang tahun 2025, BYD merupakan pabrikan yang paling banyak mengimpor mobil ke Indonesia. Data impor yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang tahun 2025 total ada 64.013 unit mobil yang didatangkan BYD secara utuh dari China.
Kemudian sepanjang Januari-Mei 2026, BYD tercatat melakukan impor sebanyak 358 unit. Penurunan volume impor menurun drastis seiring dimulainya transisi ke pabrik lokal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Head of Marketing PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan pabrik BYD sudah memproduksi mobil. Salah satu modelnya ialah BYD M6 DM.
"Kita berani bilang assembly line sudah sangat ready untuk pemenuhan demand yang dibutuhkan market," kata Luther di Jakarta, belum lama ini.
"Kita fokuskan dulu sebagai unit display, test drive, seluruh kota, hampir 100 showroom ini. Batch selanjutnya kita kirim supply-nya karena beberapa sudah melakukan order," tambah dia.
Meski aktivitas di pabrik Subang sudah mulai berjalan, data produksi lokal BYD diketahui belum tercatat dalam laporan bulanan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
"Pelaporan Gaikindo terkait administratif, ada beberapa aspek yang harus penuhi dari sebuah kendaraan sehingga bisa kita laporkan, itu hanya masalah waktu, kita memang belum secara official menginformasikan tentang fasilitas yang kita miliki," jelas dia.
Beralihnya status produksi menjadi lokal membuat BYD jauh lebih percaya diri dalam menatap persaingan pasar EV di Indonesia. Pasalnya, kapasitas produksi pabrik baru di Subang ini terbilang sangat masif untuk ukuran pabrik mobil listrik.
"Lebih confident kali ini, karena fasilitas ini bisa mampu 150 ribu unit per tahun, atau 10 ribu sampai 12 ribu unit per bulan," ucap Luther.
"Kita berani bilang assembly line sudah sangat ready untuk pemenuhan demand yang dibutuhkan market," tambahnya lagi.












































Komentar Terbanyak
Pemerintah Ancam Cabut Izin Gojek-Grab Andai Tak Patuhi Komisi 8%
Viral Pengemudi Calya Ngamuk, Patahkan Spion-Wiper Mini Cooper
Pemilik Kendaraan yang Belum Bayar Pajak Didatangi Petugas Samsat