Schumi mengumumkan keputusannya untuk pensiun dalam sebuah konferensi pers di Suzuka, Kamis (4/10/2012), jelang digelarnya GP Jepang akhir pekan ini.
Keputusan yang diambil pebalap pemilik tujuh gelar juara dunia F1 itu sudah banyak diprediksi sebelumnya. Schumi tak lagi memiliki tim lantaran Mercedes memutuskan untuk memberi kokpit mobil mereka buat Lewis Hamilton, yang resmi dikontrak pekan lalu, untuk menemani Nico Rosberg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya telah memutuskan untuk pensiun pada akhir tahun ini, meskipun saya masih sanggup bersaing dengan pebalap terbaik yang ada saat ini. Tetapi pada suatu titik, ada baiknya saya berhenti dan itulah yang akan saya lakukan di akhir musim, dan barangkali keputusan ini berlaku selamanya," lanjut pria asal Jerman itu.
Ini adalah pensiun kedua Schumacher dari ajang F1. Yang pertama terjadi di tahun 2006, saat dia memutuskan berhenti berkarier dari tim Ferrari. Tahun 2010 dia melakukan comeback dengan memperkuat tim Mercedes.
Schumi tak pernah lagi bisa mengulangi prestasi hebatnya di F1. Selama tiga musim memperkuat Mercedes, raihan terbaiknya adalah duduk di podium ketiga pada GP Eropa 2012 lalu.
"Dalam beberapa bulan terakhir saya pun tak terlalu yakin apakah masih memiliki motivasi dan energi yang cukup untuk membalap. Saya tak pernah memutuskan sesuatu jika belum yakin 100%. Dengan keputusan saya hari ini, saya merasa telah terbebas dari semua keraguan dan di akhir nanti, saya akan berusaha untuk tetap meraih kemenangan," tuntasnya
Pindah ke Mercedes Bukan Perjudian buat Hamilton
Sementara itu, pembalap yang menggantikan Schumacher di Mercedes, Lewis Hamilton menyadari bahwa Mercedes tidak punya mobil sekompetitif milik McLaren. Kendati demikian, dia menegaskan bahwa kepindahannya ke tim tersebut bukanlah sebuah perjudian.
Setelah enam musim bekerja sama di ajang Formula 1, Hamilton dan McLaren akan berpisah pada akhir musim ini. Hamilton telah memutuskan untuk pindah ke Mercedes.
Kepindahan Hamilton ke Mercedes bisa dibilang cukup mengejutkan. Pasalnya, Mercedes saat ini bukanlah tim yang bersaing memperebutkan titel atau secara rutin memenangi balapan, seperti McLaren, Ferrari, atau Red Bull. Tim yang berbasis di Brackley, Inggris, itu hanya memenangi satu seri dalam kurun waktu tiga tahun.
Meski begitu, Hamilton menilai keputusannya untuk pindah ke Mercedes adalah hal yang tepat dan dia tak menganggapnya sebagai sebuah perjudian.
"Saya tidak berpikir itu adalah perjudian," aku Hamilton kepada Reuters.
"Saya punya karier yang bagus bersama McLaren. Saya bergabung dengan McLaren saat saya masih 13 tahun dan punya petualangan yang luar biasa bersama mereka," tambahnya.
"Pada akhirnya, saya punya dua tawaran di atas meja, yang sangat mirip, tapi yang satunya lebih menarik. Ini cuma sebuah tantangan," kata juara dunia 2008 ini.
"Saya bisa tetap bertahan dengan mobil bagus yang saya miliki, dimana saya sudah bekerja sangat keras bersama tim untuk membantu pengembangannya, atau pindah ke mobil yang tak terlalu bagus dan membantunya," tuturnya.
McLaren Yakin Perez Bisa Langsung Menang Musim Depan
Dan pembalap yang akan menggantikan Hamilton di McLaren, Sergio Perez sejauh ini belum meraih satu kemenangan pun di F1. Tetapi saat membela McLaren mulai musim depan, Perez diyakini bisa langsung unjuk gigi sejak seri pertama.
Musim depan Perez, yang kini masih membela tim Sauber, akan menggantikan posisi Lewis Hamilton di McLaren. Hamilton sendiri sudah dipastikan hijrah ke Mercedes.
Sejak turun ke ajang F1 musim lalu, belum ada kemenangan yang bisa diraih Perez. Tetapi musim ini pebalap Meksiko berusia 22 tahun itu telah memperlihatkan kemajuan positif dibandingkan musim debutnya.
Kalau musim lalu raihan terbaik Perez hanyalah satu kali finis di posisi delapan, musim ini ia sudah tiga kali naik podium--dua kali finis di posisi dua dan sekali di posisi tiga.
Itu mengapa McLaren tampak cukup optimistis dengan peluang Perez musim depan. Ia bahkan diprediksi bisa langsung menang dalam debutnya bersama McLaren di GP Australia musim depan.
"Sergio masih sangat muda dan kami berharap akan menghabiskan musim dingin yang sibuk bersamanya untuk mempersiapkan diri," kata Prinsipal Tim McLaren Martin Whitmarsh di ESPN F1.
"Jika kami memberinya mobil yang cukup bagus, ia bisa saja langsung tampil di Australia untuk mengejar kemenangan. Saya pikir ia adalah orang yang belajar dengan cepat dan, tentu saja waktu yang akan membuktikan, tapi kami merasa optimistis dan ambisius mengenai dirinya musim depan," lugasnya.
(mfi/syu)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas