Simoncelli tewas di lap-lap awal balapan MotoGP Malaysia pada 23 Oktober 2011. Saat menikung ia terjatuh dan digilas motor yang melaju kencang di belakangnya.
Dalam pertemuan dengan wartawan di Jakarta, CEO Sepang International Cirkuit Datuk Razlan Razali mengatakan bahwa pihaknya akan mengelar acara khusus untuk memperingati meninggalnya Simoncelli, pada gelaran MotoGP Malaysia tahun ini di bulan Oktober.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, sambung dia, pihaknya juga sedang mendiskusikan kemungkinan memberi nama sebuah tikungan di sirkuit Sepang dengan nama almarhum.
"Kami sudah punya rencana untuk mengabadikan nama Simonceli di salah satu tikungan, tapi masih akan kami bahas."
Datuk Razlan menambahkan, dirinya berjanji akan meningkatkan kualitas keamanan sirkut, walaupun insiden Simoncelli lebih merupakan sebuah kecelakaan.
"Saya ingin mengingatkan, kejadian Simoncelli bukan salah SIC tapi karena kemalangan. Meski begitu kami tetap akan menaikkan kualitas dan petugas kesehatan," tukas dia.
Lorenzo: Masih Ada Lima Balapan Lagi
Sementara itu, Jorge Lorenzo kian mengukuhkan posisinya di tempat teratas klasemen pebalap paska MotoGP San Marino. Tak mau over pede, pebalap Yamaha itu menegaskan musim belum tuntas.
Setelah balapan di Misano akhir pekan lalu, keunggulan Lorenzo atas pengejar terdekatnya, Dani Pedrosa, nyaris berlipat tiga dari 13 menjadi 38 poin. Itu tak lepas dari crash Pedrosa.
Meski demikian, masih ada lima balapan tersisa musim ini dan Lorenzo pun menegaskan bahwa dengan 125 poin potensial masih bisa diraup, ia belumlah pasti jadi juara dunia.
"Tentu saja keunggulan (poin) ini menambah hal untuk dipertimbangkan," kata Lorenzo saat ditanya apakah ia akan membalap dengan lebih taktis di lima seri sisa seperti dikutip Crash.
"Apapun, jika aku cuma bisa finis ketiga atau keempat di sisa balapan dan ia (Pedrosa) terus menang maka aku akan kehilangan keunggulan dengan cepat. Atau jika aku bikin kesalahan, atau terjadi sesuatu seperti yang menimpa Dani atau kepadaku di Belanda, maka aku takkan memenangi kejuaraan," lanjutnya.
Dengan demikian, Lorenzo sekali lagi menggarisbawahi bahwa di balapan sisa ia sebisa mungkin masih akan berkonsentrasi penuh demi memenangi balapan demi selangkah lebih dekat ke mahkota juara.
"Jadi kami harus berusaha fokus, cepat dan memenangi beberapa seri sisa. Dan, sebagaimana mentalitasku sepanjang musim ini, jika tidak memungkinkan untuk menang maka aku akan berusaha finis kedua atau hasil apapun yang maksimal di hari itu," simpulnya.
Ducati Makin Oke, Rossi Tak Menyesal Putuskan Pergi Tapi Makin Termotivasi di Sisa Musim
Di sisi lain, menjelang kepergian Valentino Rossi, Ducati justru menunjukkan performa yang kian membaik. Sudah terlanjur menyatakan akan hengkang, The Doctor sama sekali tak menyesal.
Rossi mengumumkan kepindahannya dari Ducati ke Yamaha pada 10 Agustus lalu. Saat ini dia memang tengah dalam kekecewaan besar karena dalam kurun dua tahun membela Ducati prestasi terbaiknya sangat minim.
Tapi paket motor baru Ducati yang digunakan di MotoGP San Marino akhir pekan kemarin ternyata mampu membuat Rossi tampil sangat baik. Terpaut tipis dari peraih pole di sesi kualifikasi, rider 33 tahun itu kemudian finis di posisi kedua. Ini adalah raihan terbaik Rossi bersama Ducati, dalam kondisi lintasan kering.
Setelah sebelumnya menyebut tak akan bisa menandingi Jorge Lorenzo saat nanti berada di Yamaha, Rossi menyebut kalau dirinya tak menyesal meninggalkan Ducati.
"Saya tidak menyesal. Sebagai seorang profesional saya akan melakukan yang terbaik hingga siang hari saat balapan," sahut Rossi dalam wawancaranya dengan Motosprint.
"Saya berusaha keras mendapatkan hasil yang baik, untuk berbagai alasan tapi terutama karena satu hal ini: jika di akhir tahun kami meninggalkan sebuah proyek yang bagus yang akan bisa digunakan oleh pembalap lain, itu artinya saya dan tim ini telah bekerja dengan baik," lanjut Rossi seperti dikutip dari Autosport.
Rossi juga membantah anggapan kalau dirinya mengambil keputusan meninggalkan Ducati terlalu cepat. Disebutnya, dengan usia yang sudah beranjak senja, mengambil keputusan cepat sangat penting.
"Saya mengambil keputusan lebih awal karena kita hidup dalam waktu di mana Anda harus menentukan masa depan Anda di awal musim, dan usia saya juga punya pengaruh di dalamnya - itu dia, saya butuh mendapatkan hasil secepat mungkin."
"Andaikan sasis (baru) itu ditemukan lebih awal, bagaimanapun saya sudah menjalani waktu terlalu lama tanpa ada kemajuan (di Ducati)," lugasnya.
Masih ada lima seri tersisa pada musim ini, yakni di Aragon, Motegi, Sepang, Phillip Island, dan Valencia. Rossi ingin tampil maksimal di kelima seri itu sebelum akhirnya meninggalkan Ducati dan kembali ke Yamaha pada musim depan.
"Kalau saya bisa (memenangi balapan), maka itu akan bagus buat saya dan juga Ducati," aku Rossi di Crash.
"Saya tak tahu karena Lorenzo, (Dani) Pedrosa, dan (Casey) Stoner tahun ini sangat cepat. Hari ini semua baik-baik saja, tapi kami masih berjarak 4,4 detik (dari kemenangan), jadi kami harus bekerja," lanjutnya.
"Setiap balapan punya kisah yang berbeda, tapi bisa tiba di sirkuit dengan motivasi yang bagus, tahu bahwa ada kemungkinan untuk mengejar hasil bagus, sangat mengubah segalanya," kata rider 33 tahun ini.
(a2s/syu)












































Komentar Terbanyak
Merasa Jago Nyetir? Buktikan di Kuis Ujian 'SIM' DetikOto, Ada Hadiahnya!
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan