Foto Oto

Organda Ngeri Omzet Anjok 100% Jika PSBB Ketat Lagi

ANTARA FOTO & detikcom - detikOto
Kamis, 10 Sep 2020 19:41 WIB

Jakarta - Organisasi Angkutan Darat khawatir terjadi penurunan omzet dari 90% hingga 100% usai mengetahui PSBB kembali diberlakukan pada 14 September 2020.

Ramainya Terminal Tanjung Priok Jelang Libur Panjang

PSBB yang akan diterapkan ini sama seperti yang pernah diberlakukan pada Maret lalu. Di mana beberapa kegiatan bisnis termasuk angkutan kendaraan yang keluar masuk ibu kota pun akan dibatasi. Pradita Utama/detikcom  

Warga menumpang angkutan umum di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (15/4/2020). Ketua Organda DKI Shafruhan Sinungan mengatakan dari sekitar 85.900 kendaraan yang berada di bawah naungannya, hanya 8.000-8.600 unit yang masih dapat beroperasi hal tersebut disebabkan jumlah penumpang turun drastis karena sebagian besar orang kini lebih banyak di rumah mengikuti imbauan pemerintah dan penerapan PSBB. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

Organda pada umumnya mendukung kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang ingin menerapkan PSBB demi memutus rantai penyebaran COVID-19 dan menjaga setiap masyarakatnya tidak terdampak lebih dalam karena Corona. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja  

Hadapi New Normal, suasana Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat (12/6/2020). Tidak terlihat bus-bus AKAP.

Oleh karena itu, organda khawatir kebijakan tersebut membuat omzet perusahaan otobus (PO) menurun kembali seperti yang terjadi pada pelaksanaan PSBB di Maret 2020. Rengga Sancaya/detikcom  

Dishub DKI Jakarta melakukan uji coba penataan parkir untuk transportasi umum di kawasan Stasiun Tanah Abang.

Kendati demikian, Organda berharap kebijaksanaan dari pemerintah daerah dan pusat dalam bentuk kebijakan-kebijakan yang dapat membantu industri angkutan nasional tetap bertahan di tengah pandemi Corona. Agung Pambudhy/detikcom  

Terminal Kota Bekasi kembali beroperasi melayani perjalanan bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Seperti yang terlihat di Terminal Kota Bekasi, semua penumpang yang naik bus ke luar kota tersebut harus menerapkan protokol kesehatan.

Mereka berharap kebijaksanaan tersebut berupa insentif yang bisa dinikmati para PO beserta para pegawainya mulai dari pengemudi atau sopir, kernet, hingga bagian operasional lainnya. Rengga Sancaya/detikcom  

Organda Ngeri Omzet Anjok 100% Jika PSBB Ketat Lagi
Organda Ngeri Omzet Anjok 100% Jika PSBB Ketat Lagi
Organda Ngeri Omzet Anjok 100% Jika PSBB Ketat Lagi
Organda Ngeri Omzet Anjok 100% Jika PSBB Ketat Lagi
Organda Ngeri Omzet Anjok 100% Jika PSBB Ketat Lagi