Melemahnya nilai tukar rupiah membuat harga suku cadang kendaraan naik drastis di Indonesia. Hal tersebut berdampak langsung ke menurunnya daya beli konsumen. Sehingga, bengkel-bengkel umum mulai sepi pengunjung.
Belum lama ini, kami mengunjungi salah satu bengkel motor di kawasan Kranji, Bekasi, Jawa Barat. Menurut pengakuan kasirnya, sejak sebulan terakhir, pengunjung bengkel memang mengalami penurunan. Karuan saja, harga oli dan ban rata-rata naik hingga 20 persen!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada (dampak penurunan pengunjung sejak harga suku cadang naik). Rata-rata (harga oli) udah naik Rp 20 ribuan. Ban motor apalagi, bulan Mei kemarin naik sampai 20 persen," ujar kasir tersebut saat disambangi detikOto di lokasi.
Montir mengganti oli sepeda motor di bengkel Foto: Whisnu Pradana/detikJabar |
Sepinya pengunjung bengkel membuat jam kerja montir berkurang. Mereka yang kerap kali mendapat tip atau bayaran lebih dari kustomer, kini harus gigit jari dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk ngopi dan ngerokok.
"Jadi agak sepi nih, bang. Harga-harga naik, plastik juga lagi mahal kan? Belum ditambah dollar. Tip berkurang, tapi masih ada aja, sih, yang ngasih," ujar montir tersebut di kesempatan yang sama.
Umumnya, setelah perbaikan kendaraan, pelanggan akan memberikan uang tip berkisar Rp 15-20 ribu ke montir. Jika ada lima pelanggan saja, mereka sudah mengumpulkan kira-kira Rp 100 ribu/hari.
Namun, kini, pelanggan tak sebanyak biasanya. Belum lagi tak semua dari mereka mau memberikan uang tip. Meski demikian, menurut montir yang tak mau disebutkan namanya itu, dapat atau tidak bayaran ekstra, pelayanan yang diberikan tetap sama.
"Paling sekarang saya suka nawarin jasa lain ke kustomer, bang. Kayak ada yang perlu dicek nggak? Tapi balik lagi, terserah mereka mau atau nggak," kata dia.
Hingga berita ini dimuat, 1 US$ setara Rp 17.800-an. Kenaikan nilai tukar itu tentu sangat berpengaruh ke harga-harga barang termasuk suku cadang kendaraan. Sebab, sejumlah material atau bahan bakunya memang masih impor dari luar negeri.
(sfn/lth)













































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!