Ducati menghadirkan motor sport edisi terbatas, Superleggera V4 Centenario. Motor ini dibuat untuk merayakan 100 tahun eksistensi merek asal Italia tersebut, dengan karakter yang lebih mendekati motor balap ketimbang motor jalan raya.
Superleggera V4 Centenario diproduksi sangat terbatas, hanya 600 unit di seluruh dunia. Rinciannya, 500 unit untuk versi standar Centenario dan 100 unit versi Tricolore yang terinspirasi warna bendera Italia. Secara global, motor ini dibanderol sekitar 150.000 euro atau setara Rp 2,9 miliar.
Di balik performanya, motor ini mengusung mesin Desmosedici Stradale R berkapasitas 1.103 cc. Dalam kondisi standar, tenaga yang dihasilkan mencapai 228 dk. Tetapi, dengan paket khusus lintasan balap, outputnya meningkat hingga 247 dk. Ducati juga menyematkan komponen premium seperti katup titanium, crankshaft ringan dengan penyeimbang tungsten, serta throttle body lebih besar untuk respons optimal.
Salah satu keunggulan utama motor ini adalah bobotnya yang sangat ringan. Dengan paket balap, beratnya hanya 167 kg tanpa bahan bakar. Hal ini berkat penggunaan material serat karbon di hampir seluruh bagian, mulai rangka, swingarm, subframe, hingga velg.
Sektor pengereman pun tak kalah istimewa. Motor ini menjadi salah satu yang pertama menggunakan cakram karbon keramik berukuran 340 mm dengan kaliper Brembo GP4-HY. Sistem ini mampu menghadapi suhu ekstrem sekaligus menjaga performa pengereman tetap konsisten.
Baca juga: Awal Musim Memble, Bos Ducati: Jangan Panik |
Untuk suspensi, Ducati membekali garpu Öhlins NPX bertekanan dengan tabung karbon di depan, serta peredam kejut TTX36 GP di belakang. Kombinasi ini memberikan kontrol maksimal saat melibas tikungan dengan kecepatan tinggi.
Tak ketinggalan, paket elektronik lengkap seperti traction control, wheelie control, hingga dynamic engine brake turut disematkan. Ditambah desain aerodinamika dengan winglet, motor ini menawarkan stabilitas tinggi di lintasan.
Kira-kira kalau masuk Indonesia, harganya jadi berapa miliar ya?
Simak Video "Video: Kok Bisa Pelek Marquez Penyok Begini? Ducati Kasih Tahu Penyebabnya"
(lua/din)