Penjualan sepeda motor di Indonesia naik per Januari 2026. Bos PT Astra Honda Motor menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi faktor yang turut mendongrak penjualan sepeda motor.
Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan mencapai 577.763 unit per Januari 2026. Ada kenaikan tiga persen dari tahun lalu yang jumlahnya tembus 560.301 unit.
Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) Octavianus Dwi menyebut program MBG memberikan efek domino terhadap perputaran uang di masyarakat bawah.
"Satu (penyebab kenaikan penjualan), dampak MBG, kalau mau jujur, itu adalah uang beredar nambah," ujar Octavianus Dwi di Jakarta Pusat, belum lama ini.
Wilayah luar Jawa pun masih memberikan kontribusi stabil berkat sektor komoditas yang belum goyah. Hal ini menjaga keseimbangan permintaan motor secara nasional.
"Kedua, daerah komoditi masih oke," kata Octa.
Selain faktor program pemerintah, pulihnya sektor industri di Pulau Jawa juga menjadi angin segar. Octavianus menyoroti kembalinya geliat pabrik-pabrik yang sebelumnya sempat kolaps.
"Jawa recovery dari manufacture, dulu banyak pabrik yang tutup, seperti Jawa Tengah, misalnya tekstil ataupun garment, itu ribuan karyawan lay off, sekarang beberapa mulai pulih juga," jelas dia.
Perbaikan sektor industri juga tercermin dari indikator aktivitas manufaktur nasional yang kembali masuk ke zona ekspansi.
"Makanya PMI Indeks itu kan growing kan, kalau lihat angka pemerintah angkanya sudah 50 kembali, pada tahun lalu Q4 angkanya 47-46," tambahnya lagi.
Diberitakan detikcom sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengklaim, program MBG turut mendongkrak penjualan otomotif di Indonesia tahun lalu.
Dadan menjelaskan, kontribusi itu berasal dari pembelian kendaraan roda dua oleh sejumlah pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sebanyak 60 persen dari total pegawai SPPG berkontribusi terhadap penjualan motor sepanjang 2025.
"Tetapi berdasarkan data dari perusahaan kendaraan bermotor, angka penjualan motor di Indonesia mencapai 4,9 juta unit di tahun 2025 yang terdongkrak oleh MBG. Di SPPG, 60 persen pegawainya bisa beli motor," tambahnya.
Penjualan sepeda motor di Indonesia mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Menariknya, tahun 2025 jadi rekor tertinggi sejak lima tahun terakhir.
Capaian ini melanjutkan tren positif pasar roda dua sejak pandemi. Jika ditarik ke belakang, penjualan motor sempat terpuruk pada 2020 dengan total 3.660.616 unit. Memasuki 2021, pasar mulai bangkit dengan penjualan 5.057.516 unit, lalu naik lagi menjadi 5.221.470 unit pada 2022.
Momentum pertumbuhan sepeda motor semakin terasa pada 2023 ketika penjualan motor menembus 6.236.992 unit. Tren positif itu berlanjut di 2024 dengan total 6.333.310 unit, sebelum akhirnya mencetak rekor baru pada 2025.
Dengan angka 6,41 juta unit, penjualan motor tahun 2025 tidak hanya melampaui capaian 2024, tetapi juga menjadi yang tertinggi sejak 2020.
Simak Video "Video: Kepala BGN Sebut Program MBG Dongkrak Angka Penjualan Sepeda Motor"
(riar/din)