Berapa Nilai Investasi Pabrik Motor Listrik Charged Indonesia di Cikupa?

ADVERTISEMENT

Berapa Nilai Investasi Pabrik Motor Listrik Charged Indonesia di Cikupa?

Ridwan Arifin - detikOto
Rabu, 07 Des 2022 09:44 WIB
Proses produksi motor listrik Charged Indonesia di Cikupa, Tangerang, Banten.
Pabrik motor listrik Charged Indonesia di Cikupa, Banten. Foto: Dok. Charged Indonesia
Jakarta -

Charged Indonesia yang menjalin kesepakatan dengan Vmoto Soco Group mengklaim punya valuasi perusahaan sebesar US$ 38 juta atau sekitar 592 miliar. Lalu berapa nilai investasinya di Indonesia?

Charged Indonesia mendapatkan suntikan investasi dari DeClout Ventures, perusahaan yang berbasis di Singapura sebesar US$ 4,5 juta atau sekitar Rp 70 miliaran. Lalu hari ini, Selasa (6/12/2022) Charged Indonesia mengumumkan memiliki valuasi sebesar US$ 38 juta atau sekitar 592 miliar untuk pengembangan bisnis EVaasS (Electric Vehicles as a Service) di Indonesia dan Asia Tenggara.

"Company kita untuk Charged Indonesia valuasinya sudah mencapai 38 juta dolar AS. Dari nilai itu kami memiliki 2 fasilitas, yang pertama fasilitas perakitan yang kita sebut sebagai Giga Shed (pabrik di Cikupa, Tangerang) dan yang kedua di Kemang sebagai kantor distribusi atau yang disebut E Shed," kata Stephanus Widi, Chief Commercial Office Charged Indonesia.

Pabrik motor listrik ChargedPabrik motor listrik Charged Foto: Ridwan Arifin/detikcom

Stephanus tidak menyebut berapa angka spesifik investasi untuk pembuatan pabrik di Cikupa, Tangerang tersebut. Pabrik itu berdiri di atas lahan 16 ribu meter persegi dengan kemampuan kapasitas 230 ribu unit per tahun. Menariknya sumber listrik yang digunakan untuk produksi sudah menggunakan solar panel tanpa pasokan dari PLN.

Proses produksi motor listrik Charged Indonesia di Cikupa, Tangerang, Banten.Pabrik dengan solar panel untuk memproduksi motor listrik Charged Indonesia di Cikupa, Tangerang, Banten. Foto: Dok. Charged Indonesia

"Kami sangat bangga menjadi bagian integral dari visi dan misi Charged untuk Indonesiaseiring negara dengan populasi motor terbesar ketiga di dunia ini bertransisi menuju mobilitas berkelanjutan yang mampu mendistribusikan 5-8 juta motor baru setiap tahunnya," papar Charles Chen, Managing Director Vmoto Soco Group.

Komponen produksi dalam pabrik tersebut masih completely knocked down (CKD) dari Vmoto Soco. Sedngkan untuk kandungan lokalnya diklaim baru 20 persen, salah satu komponen lokalnya ialah ban.

Sejak November 2022 lalu, Charged Indonesia sudah mulai mengirimkan unitnya ke konsumen, ada tiga model yang dipasarkan; Anoa, Rimau, dan Maleo.

Ketiganya merupakan motor listrik yang berbasis dari Vmoto Soco, misalnya Anoa berasal dari Vmoto Soco VS1, Rimau dari Vmoto Soco CPX, dan Maleo diambil dari Vmoto Soco VS2.

*Kurs: 1 dollar = Rp 15.640



Simak Video "Laris! Motor Listrik Buatan Cikupa ini Sudah Dipesan 1.200 Unit"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT