ADVERTISEMENT

Heboh Suzuki Thunder Dilarang Isi Pertalite, Suzuki: Jangan Ada Diskriminasi

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 08 Agu 2022 15:15 WIB
Suzuki Thunder
Muncul video viral yang menarasikan Suzuki Thunder dilarang isi Pertalite lantaran tanko bahan bakarnya punya kapasitas besar (Foto: Dok. Suzuki)
Jakarta -

Viral di media sosial sebuah SPBU Pertamina tidak melayani pembelian Pertalite menggunakan motor Suzuki Thunder. PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) buka suara.

Video viral di media sosial memperlihatkan pengumuman unik di salah satu SPBU. SPBU itu tidak melayani pembelian Pertalite dengan motor Suzuki Thunder.

"Mohon maaf tidak melayani pembelian Pertalite menggunakan motor Thunder/motor modifikasi," tulis pengumuman di SPBU itu.

Tidak dijelaskan di mana lokasi SPBU tersebut dan alasan pastinya mengapa tidak melayani pembelian Pertalite untuk Thunder. Namun, kemungkinan Thunder tidak dilayani pembelian Pertalite karena motor andalan Suzuki itu memiliki tangki bahan bakar minyak (BBM) yang cukup besar.

Sales & Marketing 2W Department Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Teuku Agha menjelaskan, Suzuki Thunder memang punya tangki bahan bakar yang besar untuk mengakomodasi pengendaranya yang kerap melakoni perjalanan jauh.

"Di eranya motor cc tersebut digunakan buat touring dan perjalanan jarak jauh," kata Agha kepada detikcom, Senin (8/8/2022).

Menurutnya, sebaiknya petugas SPBU tidak mendiskriminasi pengguna Suzuki Thunder. Terlebih, tangki besar Suzuki Thunder bukan hasil modifikasi, melainkan resmi keluaran pabrikan.

"Sebaiknya petugas SPBU dapat membedakan antara motor modifikasi dibanding standar dari pabrik. Suzuki Thunder 125 memiliki tangki kapasitas besar dikarenakan peruntukan motor tersebut untuk perjalanan jarak panjang. Jadi sebaiknya tidak boleh ada diskriminasi terhadap motor jenis ini," ucap Agha.

Suzuki Thunder sendiri merupakan salah satu motor kopling manual yang cukup populer di eranya. Tangki bahan bakarnya mencapai 15 liter. Ini merupakan tangki bahan bakar paling besar di kelasnya.

Untuk versi 125 cc, Suzuki Thunder dibekali mesin 4 tak, SOHC, 2 katup satu silinder 125 cc. Tenaganya mencapai 11,8 PS/9.000 rpm dengan torsi maksimal 9,4 Nm/7.500 rpm. Sementara versi 250 cc hadir dengan mesin 4 tak, SOHC, TSCC, 249 cc bertenaga 22 day kuda/7.500 rpm dengan torsi maksimal 20,5 Nm/6.000 rpm.

Suzuki Thunder populer di era tahun 2000-an. Motor ini eksis di Indonesia sejak tahun 2004, sebelum disetop produksinya pada 2015.

Sementara itu, Pertamina memang akan membatasi pembelian Pertalite. Untuk sepeda motor, kemungkinan motor dengan mesin 250 cc ke atas dilarang beli Pertalite.



Simak Video "Sangar! Suzuki Thunder Bekas Harga Rp 1 Jutaan Disulap Jadi Chopper"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT