ADVERTISEMENT

Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki Kompak 'Bunuh' Beberapa Motor di Jepang

Dina Rayanti - detikOto
Senin, 27 Jun 2022 10:16 WIB
PT Astra Honda Motor (AHM) resmi meluncurkan Honda PCX listrik di tanah air. Begini bentuknya.
Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, bakal 'membunuh' sejumlah modelnya di Jepang berkaitan dengan aturan regulasi emisi.Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Industri otomotif tengah memasuki masa transisi menuju era kendaraan listrik. Bukan cuma mobil, sederet pabrikan motor pun akan mengubah strateginya secara besar-besaran terkait pengembangan kendaraan ramah lingkungan tersebut.

Diketahui empat pabrikan motor asal Jepang seperti Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki bakal memangkas deretan produk andalannya terkait dengan aturan emisi.

Melansir Nikkei Asia, keempat pabrikan itu bakal memangkas 20 model pada akhir tahun ini atau sekitar 10 persen dari total 190 model yang dijual keempatnya.

Honda sendiri bakal menjual motor yang sepenuhnya bertenaga listrik pada tahun 2040. Dari 80 model motor Honda yang saat ini dijual, 10 di antaranya bakal disetop produksinya. Adapun model yang terdampak antara lain CB400 Super Four, dan beberapa motor terlaris di kelas menengah. Kabarnya, motor Honda dari keluarga Gold Wing juga menjadi salah satu korban.

Sementara Yamaha menargetkan 90% motor baru ramah lingkungan pada tahun 2050. Yamaha diketahui bakal menyetop penjualan motor seri FJR1300.

Suzuki juga akan menghentikan produksi lima dari total 20 model pada Oktober, termasuk GSX250R.

Kawasaki Motor yang merupakan anak perusahaan dari Kawasaki Heavy Industries, disebut tidak lagi mengirimkan moge sejak akhir tahun lalu.

Jepang memang menetapkan standar emisi yang ketat sejak akhir tahun 2020. Standar ini akan berlaku pada semua model pada bulan November. Aturan tersebut mengikuti ketetapan Euro 5 yang diadopsi Uni Eropa seperti dikenalkan pada Januari 2020. Dalam aturan itu, diamanatkan bahwa emisi nitrogen oksida harus dipangkas hingga 33%.

Untuk bisa memenuhi standar tersebut, para pabrikan Jepang harus memasang katalik konverter atau mendesain mesin yang sepenuhnya baru. Mengembangkan mesin baru tentu tidak murah. Di sisi lain, harga katalik konverter juga kian melonjak karena kelangkaan material yang digunakan.

Bila mendesain ulang motor yang sekarang dijual, salah seorang sumber menyebut bakal menaikkan harga hingga empat kali lipat. Prospeknya terlihat kurang baik, maka dari itu pilihannya mungkin memangkas model yang sudah ada.



Simak Video "Abis Lebaran, Motor Listrik Yamaha Bisa Dites Masyarakat!"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT