Pabrik Harley-Davidson Kembali Ngebul

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Senin, 06 Jun 2022 19:34 WIB
Kegaharan Harley Dimulai dari Sini
Ilustrasi pabrik Harley-Davidson Foto: (Screenchot Harley Davidson)
Jakarta -

Harley-Davidson berencana akan melanjutkan kembali produksi motor gede (moge) di pabrik mereka mulai pekan ini. Hal tersebut dilakukan setelah hampir dua minggu pabrik Harley-Davidson berhenti beroperasi karena krisis suku cadang.

Dilansir Reuters, kabar baik kini datang dari produsen moge asal AS tersebut. Pabrik Harley-Davidson akan kembali beroperasi dan siap mengirim sepeda motor kepada para konsumen yang telah melakukan pemesanan terhitung mulai 6 Juni 2022 kemarin.

Total penangguhan produksi dan pengiriman moge Harley-Davidson mencapai 19 hari, lebih lama dari prediksi awal perusahaan. Hal ini ikut berimbas pada saham Harley-Davidson yang turun sekitar 2,2 persen.

Sebelumnya diberitakan, Harley-Davidson harus menghentikan sementara waktu produksi moge andalannya selama dua minggu sejak Mei 2022. Pabrik yang terdampak krisis suku cadang itu terletak di dua tempat yaitu Wisconsin dan Pennsylvania, Amerika Serikat.

Kegaharan Harley Dimulai dari SiniIlustrasi pabrik Harley-Davidson Foto: (Screenchot Harley Davidson)

Namun, penutupan fasilitas Harley-Davidson tak berimbas ke semua model moge yang mereka produksi. Produsen moge asal AS itu masih tetap merakit sepeda motor tenaga listrik andalannya yang bernama LiveWire.

Akan tetapi, sejumlah media lokal di AS saat itu mengabarkan jika pabrik Harley-Davidson akan berhenti beroperasi lebih lama dari yang dikatakan perusahaan. Kini hal tersebut benar terjadi setelah hampir 19 hari pabrik Harley-Davidson berhenti ngebul.

Sekadar informasi, ini bukan kali pertama Harley-Davidson harus membuat keputusan sulit dengan menghentikan sementara waktu operasional pabrik. Sebelumnya pada Maret 2020, Harley-Davidson juga sempat menyetop sementara waktu fasilitasnya di Amerika Serikat terhitung mulai 18-29 Maret.

Kala itu, Harley-Davidson harus menghentikan operasional pabrik lantaran diterpa virus COVID-19 yang mulai mewabah secara global. Sehingga pabrik harus ditutup dan para karyawan dipulangkan ke rumah masing-masing.

Sejak 2018 Harley-Davidson mulai mengalihdayakan produksi sepeda motor untuk Uni Eropa (UE) sebagai tanggapan atas tarif pembalasan yang dikenakan oleh UE pada produk baja dan aluminium AS. Selama dua tahun terakhir, pihak Harley-Davidson terus memperluas hubungan bisnis dengan pemasok asing untuk mengurangi kenaikan biaya bahan baku dalam negeri.

Sayang, ketika pandemi mulai berangsur mereda Harley-Davidson sempat dihadapkan dengan krisis suku cadang serta kelangkaan chip semikonduktor. Gangguan rantai pasokan juga telah merusak penjualan sepeda motor di Amerika Utara karena tantangan produksi mengakibatkan persediaan unit di dealer yang lebih rendah.



Simak Video "Impresi Pertama Harley-Davidson Sportster S: Lini Termurah, tapi Tetap Gagah!"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/rgr)