Anak-anak sampai Barang Bawaan Diangkut, Perlukah Mudik Pakai Motor Dilarang?

ADVERTISEMENT

Anak-anak sampai Barang Bawaan Diangkut, Perlukah Mudik Pakai Motor Dilarang?

Ridwan Arifin - detikOto
Rabu, 20 Apr 2022 16:48 WIB
Pemudik dengan sepeda motor mulai bergerak meninggalkan Jakarta. Seperti terlihat di Jalan Raya Kalimalang, Rabu (21/06/2017).
Ilustrasi mudik pakai sepeda motor Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pemerintah mengizinkan mudik lebaran 2022, setelah dua tahun absen karena pandemi Covid-19. Satu hal yang masih jadi sorotan ialah mudik dengan menggunakan sepeda motor.

Alih-alih lebih efisien, Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno, menilai perjalanan jauh dengan kendaraan roda dua dinilai berisiko tinggi.

"Angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan korban pengguna sepeda motor masih cukup tinggi di kisaran 80 persen," ungkap Djoko dalam keterangan resminya dikutip Rabu, (20/4/2022).

Apalagi dalam survei survey ketiga Badan Litbang Perhubungan (Maret 2022), menunjukkan angka cukup besar pilihan menggunakan kendaraan pribadi sekitar 46,6 persen atau 39,8 juta orang, yakni mobil pribadi 26,8 persen (22,9 juta orang) dan sepeda motor 19,8 persen (16,9 juta orang).

Kendati demikian, ia memaklumi mudik dengan sepeda motor merupakan tradisi tahunan. Tapi perlu diperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan dalam perjalanan. Biasanya anak-anak hingga barang bawaan pun ikut diangkut di sepeda motor.

"Saran dari KNKT maksimal untuk 3 jam perjalanan. Belum lagi aturan angkut barang tidak boleh lebih 90 cm dari sadel, lebar barang tidak lebih dari stang kemudi, dan maksimal ditumpangi 2 orang," jelas Djoko.

"Anak-anak jangan dibawa menggunakan sepeda motor," tambah dia.

Menurutnya, harus ada upaya baru untuk menarik pemudik beralih menggunakan angkutan umum dari kendaraan pribadi terutama pesepeda motor.

"Melarang sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh, pemerintah sudah menyediakan kapal, bus dan KAI gratis beserta sepeda motornya," jelas Djoko.

Di satu sisi, mobilitas yang terbatas di daerah tujuan juga menjadi keengganan masyarakat untuk beralih ke transportasi umum.

Djoko mengatakan kebutuhan fasilitas transportasi umum di daerah belum dapat menjangkau keseluruhan wilayah, terlebih ke pedesaan. Tetapi sejumlah fasilitas transportasi umum yang sudah terbangun dua tahun terakhir di daerah sudah dapat membantu para pemudik melakukan mobilitas selama masa mudik di daerah.

"Keengganan menggunakan transportasi umum saat mudik disebabkan tidak tersedianya sarana transportasi umum di daerah. Namun dalam dua tahun belakangan ini untuk daerah tujuan mudik sudah ada perkembangan fasilitas angkutan umum di Yogyakarta, Semarang, Solo, Banyumas dan Surabaya," ungkap Djoko.



Simak Video "Wilayah Mana yang Paling Banyak Jadi Tujuan Mudik 2022?"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT