Harga Bensin Makin Mahal, Saatnya Beli Motor Listrik?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 12 Apr 2022 03:32 WIB
Jakarta -

Harga bahan bakar minyak (BBM) semakin mahal. Per 1 April kemarin, harga Pertamax naik menjadi Rp 12.500. Harga BBM sejenis dari SPBU swasta pun mengalami kenaikan.

Kenaikan harga BBM ini dinilai menjadi langkah tepat untuk beralih ke kendaraan listrik. Sebab, biaya operasional kendaraan listrik disebut jauh lebih murah. Penggunaan kendaraan listrik pun membantu untuk mengurangi ketergantungan impor BBM.

Menurut Irsal S Matondang, Direktur Keuangan PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA) selaku manufaktur dan prinsipal motor listrik Gesits, menggunakan motor listrik lebih murah ketimbang BBM.

"Jika diibaratkan, membeli sepeda motor listrik itu seperti investasi, karena ke depannya pengguna motor listrik tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli BBM, hanya di-charge saja baterainya, dan itu pun biayanya kurang lebih Rp 2.500/50 km, jauh lebih murah dibandingkan dengan BBM," jelas Irsal.

Pengeluaran yang diperlukan untuk pengecasan motor listrik lebih murah dibanding mengisi BBM. Misalnya, untuk saat ini seliter bensin jenis Pertamax harganya Rp 12.500, atau Pertalite di angka Rp 7.650. Sementara biaya pengecasan motor listrik tak sampai Rp 1.500 per kWh.

Gesits juga memberikan simulasi pengeluaran menggunakan motor listrik. Misalnya, motor listrik dengan odometer 15.600 per tahun, konsumsi energi rata-rata 36 km/kWh. Dengan harga konsumsi energi sebesar Rp 1.487 per kWh, maka pengeluaran per tahun hanya Rp 653.862. Biaya perawatannya pun hanya Rp 82.000 per tahun.

Sementara perbandingannya dengan motor bensin 125 cc yang punya konsumsi bahan bakar 47,6 km/liter dan odometer sama 15.600 per tahun, dengan harga BBM minimal Rp 7.650 (Pertalite) maka biaya yang dibutuhkan per tahun mencapai Rp 2.507.143 untuk konsumsi energi. Perkiraan biaya perawatan motor bensin mencapai Rp 187.000 per tahun.

(rgr/din)