Skuter Listrik Yamaha E01 Bakal Diboyong ke Indonesia?

Luthfi Anshori - detikOto
Rabu, 23 Mar 2022 09:48 WIB
Motor listrik Yamaha E01
Skuter listrik Yamaha E01. (Yamaha)
Jakarta -

Yamaha telah memperkenalkan skuter listrik E01 di Eropa. Kehadiran skuter listrik E01 ini menjadi komitmen kuat bagi Yamaha di industri kendaraan ramah lingkungan. Akankah model ini diboyong ke Indonesia?

Ada dua motor listrik Yamaha yang diperkenalkan di Eropa baru-baru ini, yakni wujud nyata konsep E01 untuk menyasar konsumen fleet untuk bahan studi, dan NEO dari konsep E02. Dua motor listrik ini sebelumnya pernah dipamerkan dalam Tokyo Motor Show 2019.

E01 punya sedikit kemiripan dengan Yamaha Nmax, khususnya lekukan bodi gambot, serta pada bagian kaki-kaki yang bongsor. Namun, desain buritannya lebih lancip dan terlihat futuristik.

Motor listrik Yamaha E01Jajaran motor skuter listrik Yamaha Foto: Yamaha

Sementara motor kedua ialah NEO yang mengambil basis E02. Dimensi Yamaha E02 lebih ringkas, performa yang dihasilkan tidak sebesar Yamaha E01. E02 merupakan sepeda komuter listrik generasi baru dengan performa yang sebanding dengan mesin skuter 50 cc.

Manager Public Relation, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Antonius Widiantoro, mengatakan pihak Yamaha Indonesia sejauh ini belum memiliki rencana memboyong skuter listrik ke Indonesia.

"Itu kan baru diperkenalkan di Eropa, ya sudah saya enggak bisa ngomong apa-apa, (Yamaha) Eropa yang kenalin kan," kata Anton kepada wartawan di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (21/3).

Menurut Anton, masih perlu waktu bagi Yamaha untuk menjual produk kendaraan listrik di Indonesia. Sebab pihak pabrikan perlu melakukan studi lebih mendalam supaya motor listrik yang dipasarkan benar-benar bisa diterima masyarakat.

"Ya kalau studi kemudian research secara internal sudah pasti ada, mungkin teman-teman yang dari 2017 kalau ingat e-Fino itu kan juga kita lakukan itu untuk studi, studi cara penggunaannya, studi marketnya seperti apa. Artinya, apa yang dicanangkan oleh pemerintah saat ini memang bagus, mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil, fokus kepada karbon netral," sambung Anton.

"Saya kira roadmap pemerintah sudah tepat, tinggal kita bagaimana implementasikan. Artinya semua pabrikan saya pikir punya target ke arah sana, serta masing-masing harus mempersiapkan diri, karena memang banyak yang harus disiapkan, tidak hanya memperkenalkan produknya, secara teknologi kita sudah punya tinggal melihat kesiapannya nanti," jelas Anton.

(lua/din)