Dadah....Suzuki Smash Tak Lagi Diproduksi

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 17 Nov 2021 07:40 WIB
Suzuki Smash hidup kembali
Suzuki Smash. Foto: dok. Suzuki
Jakarta -

Pasar motor bebek kini tidak lagi besar. Masyarakat Indonesia lebih menyukai motor jenis skuter matik (skutik). Motor bebek pun peminatnya berkurang.

Berdasarkan fakta itu, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kini tidak lagi memproduksi motor bebek Suzuki Smash. Mulai tahun ini, Suzuki menyetop produksi Suzuki Smash.

"Bebek (Suzuki) Smash udah nggak ada. Smash itu udah nggak ini (produksi)," kata Teuku Agha, 2W Sales & Marketing Department Head Suzuki Indomobil Sales (SIS) saat ditemui di arena GIIAS 2021 di ICE, BSD, Tangerang, Selasa (16/11/2021).

Website resmi Suzuki memang masih memajang Suzuki Smash. Tertera di situs itu Suzuki Smash dijual dengan harga Rp 16,1 juta sampai Rp 16,85 juta.

"Itu tinggal habisin stok aja kok. Tahun ini (stop produksi). Semester 1 kayanya (udah nggak produksi). Tinggal stok yg ada di dealer aja," ucapnya.

Agha mengatakan, alasan Suzuki tidak melanjutkan produksi Suzuki Smash karena pasar motor bebek mengecil. Kini, pamor motor bebek kalah dengan motor skutik.

"Cepat banget (penurunan penjualan motor bebek), kalah sama matik," ucapnya.

Sementara itu, Suzuki Smash merupakan motor bebek yang cukup populer di Indonesia pada awal 2000-an. Hadir dengan desain agresif, kala itu Suzuki Smash jadi motor bebek yang menantang dominasi Honda Supra.

Motor bebek itu ditenagai mesin 113 cc 4 tak, SOHC 2 katup berpendingin udara. Mesin 113 cc tersebut mampu menyemburkan tenaga hingga 9,3 PS pada 8.000 rpm dengan torsi maksimal 9,1 Nm pada 6.000 rpm. Mesin sudah dibekali sistem bahan bakar fuel injection.

Suzuki Smash ditopang oleh suspensi depan teleskopik pegas ulir bantalan oli dan suspensi belakang lengan ayun pegas ulir bantalan oli. Sistem pengereman sudah pakai rem cakram di depan dan rem tromol di belakang.



Simak Video "Suzuki Gixxer 250 Mejeng di GIIAS 2021, Penantang Kawasaki Ninja 250 SL?"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)