Kesal Ditilang karena Tidak Melakukan Kesalahan, Motor Pria Ini Dijadikan Monumen

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Sabtu, 18 Sep 2021 19:37 WIB
Kesal kena tilang karena tidak melanggar hukum, motor ini dijadikan monumen.
Kesal ditilang motornya langsung dijadikan monumen Foto: doc. Cartoq
Jakarta -

Terkena tilang adalah momen buruk bagi setiap pengendara di jalan raya, tapi lain halnya yang dialami oleh pria satu ini. Kesal karena sudah ditilang dan ternyata tidak terbukti melanggar, sebagai bentuk protes ia membangun sebuah monumen dengan motor di atasnya.

Seorang pria bernama Sachin Dhankude membangun sebuah monumen di jalan raya Paud, Pune, India. Bukan tanpa alasan pria tersebut membangun monumen dengan sebuah motor Suzuki Access 125 di atasnya, hal ini sebagai bentuk protes dirinya kepada polisi lalu lintas setempat.

Dikutip dari berbagai sumber, Sachin terkena tilang oleh polisi lalu lintas kota Pune pada 15 Juni 2021. Kala itu, Sachin tengah memarkirkan sepeda motor di zona aman yang bebas dari larangan parkir. Namun, petugas kepolisian yang melintas menilai jika motor Sachin parkir berada di area dilarang parkir.

Sachin pun sempat memohon kepada petugas polisi untuk tidak membawa sepeda motornya. Tapi apa daya, polisi tetap mengambil motornya dan membawa ke kantor polisi.

Lebih sedih lagi, Sachin tidak mendapatkan surat pelanggaran lalu lintas dari polisi. Sehingga ia tak tahu sebenarnya apakah motor tersebut murni melanggar aturan atau tidak.

Polisi kemudian mengembalikan sepeda motor Sachin pada Sabtu (11/9/2021) waktu setempat. Kesal dengan sikap polisi yang sesuka hati menilang dan membawa motornya, sebagai bentuk protes ia membuat sebuah monumen yang di bagian atas terdapat sepeda motornya.

Monumen yang menyerupai bangunan kuil berukuran kecil ini diletakkan di salah satu ruas jalan kota Pune, India. Secara kebetulan, hadirnya monumen ini bertepatan dengan festival Ganesh yang diadakan 10 September lalu.

Kesal kena tilang karena tidak melanggar hukum, motor ini dijadikan monumen.Kesal kena tilang karena tidak melanggar hukum, motor ini dijadikan monumen. Foto: doc. Cartoq

Sachin menjelaskan, hadirnya monumen ini sebagai bentuk protes terhadap peraturan lalu lintas di India yang belum jelas. Alhasil, pria berusia 50 tahun tersebut ditilang meski ia tidak melanggar peraturan jalan raya.

"Mereka mengembalikan sepeda motor saya tiga hari yang lalu. Sementara itu, saya berbulan-bulan harus mengunjungi kantor polisi untuk bisa mendapatkan motor saya kembali," kata Sanchi.

"Saya menyadari jika masalah ini tidak dapat diselesaikan oleh satu lembaga saja. Pune Municipal Corporation (PMC), departemen perencanaan kota, dan polisi lalu lintas harus bekerja bahu membahu menyelesaikan masalah ini, tapi sayang hal itu tidak terjadi," sambungnya.

"Jika pemerintah tidak memperhatikan hal ini, maka saya akan menyimpan monumen secara permanen untuk terus menyoroti peraturan lalu lintas dan kesenjangan aturan parkir. Mengapa hanya penduduk yang menderita seperti ini," jelas Sanchi.

Polisi di Kota Pune memang gencar dalam menindak pelanggar lalu lintas, terutama yang kedapatan parkir di zona dilarang parkir. Beberapa waktu lalu, kepolisian Pune menjadi sorotan di media sosial lantaran tindakannya terhadap pengendara sepeda motor.

Dalam video yang viral, polisi itu mengangkut motor beserta pengendaranya menggunakan crane naik ke truk towing. Mobil towing tersebut dikhususkan mengangkut motor-motor yang parkir sembarangan.

Namun, pemilik motor yang ikut diangkut itu mengklaim bahwa ia tidak memarkir motor di Zona Larangan Parkir. Dia menyebut cuma berhenti selama beberapa menit. Namun, petugas polisi tidak mendengarkannya.

Operator truk derek di India juga tidak terlalu berhati-hati saat menangani kendaraan. Banyak yang mengeluhkan bumper yang rusak pada kendaraan yang disebabkan karena salah penanganan.



Simak Video "Pemalakan-Cegat Mobil di Jalan Kerap Terjadi, Lakukan Ini untuk Antisipasi"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)