Bengkel Motor Kustom Keluhkan Harga Bahan Baku yang Naik Kala Pandemi

Muhammad Hafizh Gemilang - detikOto
Jumat, 30 Jul 2021 10:49 WIB
Ilustrasi pengerjaan motor kustom di Batakastem
Ilustrasi pengerjaan motor kustom di Batakastem Foto: Istimewa/Batakastem
Jakarta -

Situasi pandemi dan PPKM Level 4 yang saat ini terjadi di Indonesia membuat beberapa sektor bisnis goyang. Tidak terkecuali bagi para pegiat motor kustom.

Salah satu hal yang dikeluhkan oleh bengkel motor kustom asal Tangerang Selatan, Batakastem, adalah naiknya harga lembaran pelat besi.

"Sejak pandemi awal ini, harga bahan baku jadi naik. Khususnya harga pelat besi lembaran ini naik sampai empat kali lipat. Biasa jual per lembar, misalnya ada di kisaran Rp 300 ribu, sekarang jadi Rp 1.2 Juta," papar Abraham Simatupang pemilik dari Batakastem kepada detikOto (29/7).

Abraham mengatakan bahwa kenaikan bahan baku lembaran pelat besi ini berdampak besar. Karena untuk membangun motor kustom, dirinya memerlukan banyak lembaran pelat besi dari mulai pelat besi eser, pelat aluminium hingga pelat galvanis.

"Kalau part lain harganya sih stabil, terus untuk vendor juga untungnya stabil. Terus kalau part kita nggak mungkin turunin harganya atau kualitasnya. Jadi untuk kenaikan bahan baku ini, ya kita harus kurangin biaya jasa kita lah," papar Abraham.

Bengkel kustom Batakastem ini, menurut Abraham, sudah punya branding sebagai bengkel motor kustom yang harganya terjangkau, namun dengan kualitas yang baik. Sehingga dirinya tidak mungkin menaikkan harga kustom motor di Batakastem.

"Kalau naikin harga karena bahan baku ini naik, nanti pelanggan pas udah oke sama desainnya, terus kita kirim quotation, malah bisa mundur. Jadi daripada pelanggan mundur, ya kita terpaksa harus menyesuaikan," papar Abraham.

Menariknya, kondisi pandemi seperti ini tidak membuat pelanggan motor kustom di Batakastem surut. Abraham mengaku, hal ini dikarenakan bidang bisnis yang ia geluti adalah bidang hobi.

"Biasanya sebelum pandemi, kita sebulan terima 10 motor. Kalau sekarang, ya turunnya paling ke tujuh motor. Itu pun biasanya karena kita yang lebih selektif juga," papar Abraham.

"Kita sekarang jadi lebih selektif aja. Kalau sekiranya pelanggan ini maunya sering ke bengkel dan datang terus melihat progres motornya, kita mungkin agak hindari. Kita sekarang lebih sering via online aja, kita update terus dan tetap komunikasi," papar Abraham.

Bengkel motor kustom Batakastem ini sudah berdiri sejak 2016. Motor-motor kustom hasil karya Abraham Simatupang dan tim ini sudah melanglang buana hingga ke seluruh Indonesia.



Simak Video "Tak Ada Pemeriksaan STRP di Basura Jaktim, Lalu Lintas Ramai Lancar"
[Gambas:Video 20detik]
(mhg/rgr)