Pandemi, Penjualan Motor Kustom Justru Meningkat Hingga 40%

Muhammad Hafizh Gemilang - detikOto
Senin, 05 Jul 2021 08:41 WIB
Dealer motor kustom bekas Premiere Motor
Stok yang dijual oleh Premiere Motor selaku dealer motor kustom bekas Foto: Muhammad Hafizh Gemilang
Jakarta -

Tren motor kustom semakin mewabah di Indonesia. Sampai pabrikan motor pun berlomba-lomba untuk membuat motor baru dengan tampilan klasik bak motor kustom. Tren baik ini berimbas juga kepada pedagang motor kustom bekas.

Bahkan di tengah pandemi COVID-19, ternyata tren penjualan motor kustom bekas tidak goyang. Malah justru meningkat hingga 40 persen.

Rahmanditya Satria, pemilik dari dealer motor kustom bekas Premiere Motor mengatakan tren baik ini tentu hadir karena motor kustom adalah barang hobi.

"Sejak awal pandemi, tren penjualan motor kustom ini justru semakin baik. Biasanya kita menjual motor 20-22 unit per bulan, sekarang bisa sampai 30 unit per bulan. Kurang lebih kenaikan penjualan 40 persen," papar Rahmanditya kepada detikOto.

Menurut pria yang akrab disapa Adit ini, tingginya penjualan motor bekas salah satunya karena masyarakat tidak punya cara lain untuk menghabiskan uang hobinya.

"Pas ada pandemi ini kan, tabungan hobi orang-orang nggak ke mana-mana. Liburan nggak bisa, jadi mungkin salah satunya lari ke hobi yang sifatnya mengkoleksi motor kustom ini," ujar Adit.

Adit justru mengaku penjualannya sempat turun karena adanya isu pengetatan penggunaan knalpot bising. Menurutnya penjualan sempat turun beberapa persen, lalu mulai stabil dan meningkat lagi di pertengahan tahun 2021 ini.

Premiere Motor saat ini sedang fokus menjual motor kustom dengan harga yang terjangkau. Menurut Adit, strategi menjual motor kustom dengan harga terjangkau ini dilakukan karena mayoritas pembeli mereka berasal dari kalangan pelajar.

"Untuk motor sih paling ramai sekarang yang pakai bahan Suzuki Thunder 125 atau Yamaha Byson. Kalau untuk range harga sih, yang termurah mulai dari Rp 14 Jutaan ada Suzuki Thunder. Kalau Mega Pro masih di Rp 16 Jutaan atau kalau mau main ke Scorpio masih di atas Rp 20 Jutaan," papar Adit.

Menurut Adit, dealer motor kustom bekas ini hadir buat para peminat motor kustom yang tidak ingin lama menunggu pembuata motor kustom dari bengkel langsung.

"Kita juga merangkul beberapa builder dan pastinya ada quality control tersendiri. Kalau kita prinsipnya jualan berkah sih, jadi motor kustomnya harus dicek dulu, kita kasih garansi mesin dan kita jamin aman," papar Adit.



Simak Video "Anti Amsyong, Cek 3 Bagian Ini Sebelum Beli Motor Bekas"
[Gambas:Video 20detik]
(mhg/rgr)