Cerita UKM Knalpot Bandung Bertahan di Tengah Aturan Larangan Knalpot Bising

Wisma Putra - detikOto
Sabtu, 12 Jun 2021 09:10 WIB
Perajin Knalpot di Bandung
Perajin knalpot di Bandung (Wisma Putra/detikOto
Jakarta -

Aturan terkait larangan knalpot bising berdampak pada keberlangsungan usaha para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) knalpot di Kota Bandung, Jawa Barat. Bagaimana nasib mereka kini?

Selain terdampak pandemi COVID-19, sejak ada larangan pengguna knalpot bising kembali ramai, pembeli atau pengguna yang hendak melakukan service knalpot di Bengkel Barbara Knalpot Racing yang berada di Jalan Babakan Ciparay, sepi.

Yuda (29) salah satu pelaku UKM knalpot di Kota Bandung mengaku, meskipun sepi masih ada yang buat atau sekedar servis.

"Sangat parah sekarang mah, kalau buat ada satu (atau) dua, mah," kata Yuda dijumpai di Bengkel Knalpot Barbara Racing, baru-baru ini.

Yuda menilai, aturan tersebut memang bagus, tapi berdampak pada usahanya. "Bagus sebenarnya, cuman dampaknya pada bengkel kecil kaya gini," ujarnya.

Perajin Knalpot di BandungPerajin Knalpot di Bandung Foto: Wisma Putra/detikOto

Yuda mengungkapkan, untuk di bengkelnya membuat knalpot motor 2 tak. Ia mengaku, selama membuat knalpot tidak pernah meniru jenis knalpot manapun dan keahlian membuat kenalpot didapatkan secara otodidak.

"Kebanyakan 2 tak. Saya enggak pernah niru, buat sendiri. Bisa bobok knalpot, servis, semua soal perawatan knalpot," ungkapnya.

Sebelum pandemi, Yuda kerap mendapatkan pesanan knalpot dari luar negeri, meski sebagian besar pelanggannya tetap dari Indonesia.

"Pemesannya, dari Bandung aja. Sebelumnya sampai Italia, Australia, kalau di Indonesia paling Purbalingga, Riau, dan lainnya," ujarnya.

Begitupun dengan pelanggan hendak melakukan servis knalpot, berasal dari sejumlah pelanggan di Indonesia. "Kalau yang datang, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Bekasi, Bogor juga ada," tambahnya

Perajin Knalpot di BandungPerajin Knalpot di Bandung Foto: Wisma Putra/detikOto

Spesialis Knalpot Trail

Berdiri sejak Tahun 2007 lalu, Barbara Knalpot Racing Bandung sudah dikenal pencinta knalpot di Indonesia, salah satunya pehobi motor trail. Hal tersebut, dibenarkan oleh Yuda

"Spesialis knalpot 2 tak dan trail," kata Yuda.

Yuda menuturkan di Bengkel ini bisa membuat beragam jenis knalpot, dari mulai knalpot motor balap, motor harian biasa dan trail. "Paling sulit buat motor balap, paling mudah knalpot motor harian," ucapnya.

Yuda menyebut, pesanan knalpot trail untuk saat ini masih ada, karena aturan soal knalpot bising dinilai tak berlaku di gunung.

"Jenis trail, ya kalau di gunung enggak ada yang nilang meskipun bising juga," sebutnya.

Lalu berapa, ongkos untuk membuat dan servis knalpot di bengkel milik Yuda?

"Gimana motor, dari harga Rp 350 ribu sampai Rp 1 juta, pengerjaan satu hari beres (buat). Dari Rp 50-100 ribu, kaya pipa bocor dan merubah suara (servis). Plat, plat saringan, pipa, banyak (bahan baku)," pungkasnya.



Simak Video "Knalpot Bising Dirazia, Produsen Knalpot di Jabar Menjerit"
[Gambas:Video 20detik]
(wip/din)