Andalkan Motor Listrik, Bamsoet Rinci Keunggulan BS Elektrik

Jihaan Khoirunnisaa - detikOto
Sabtu, 13 Feb 2021 10:55 WIB
Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang juga Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) memperkenalkan motor kuning listrik Bike Smart atau BS elektrik. Pengenalan motor berlogo kepala macan ini dalam rangka akselerasi migrasi kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan listrik yang menjadi bagian dari visi dan misi IMI untuk negeri.

"Selain ramah lingkungan karena tidak menyebabkan polusi udara, motor listrik BS juga ramah 'kantong' karena harga jualnya yang sangat terjangkau, hanya berkisar Rp 10 juta. Kehadiran motor Kuning listrik BS elektrik yang diproduksi di Gresik, Jawa Timur dengan kandungan komponen 60 persen dari dalam negeri untuk pemasaran wilayah Indonesia Timur dan di Jakarta untuk pemasaran wilayah Jawa Barat hingga Sumatera," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (13/2/2021).

"Juga menjadi penguat perekonomian rakyat di tengah pandemi COVID-19, karena mampu menyerap banyak tenaga kerja. Sekaligus memberikan multiplier effect ekonomi yang besar bagi sektor penunjang lainnya," tambahnya.

"Tak heran jika tingkat pencemaran udara di Indonesia cukup tinggi. Sekaligus menunjukkan betapa besarnya subsidi BBM yang harus ditanggung negara. Dengan beralih ke motor listrik, kondisi pencemaran udara sangat bisa ditekan. Pengeluaran rutin yang selama ini dikeluarkan masyarakat untuk merawat motor konvensional bisa dialihkan untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Lantaran kendaraan listrik tidak menuntut perawatan yang mahal, sebagaimana terjadi pada kendaraan konvensional," jelas Bamsoet.

Ketua DPR RI ke-20 ini kemudian merinci data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), pada tahun 2019 tercatat total 6,05 juta unit motor berbahan bakar minyak yang terjual. Di samping itu, diperkirakan ada 143,75 juta motor berbahan bakar minyak tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan, pengeluaran negara untuk subsidi BBM selama periode 2014-2019 menembus angka Rp 700 triliun. Sementera itu, dalam APBN 2021 subsidi untuk BBM jenis tertentu mencapai Rp 16,6 triliun.

Menurutnya, ke depan anggaran ini bisa dialihkan ke berbagai sektor lain, seperti kesehatan, pendidikan infrastruktur, hingga pengembangan riset dan teknologi.

"Jarak tempuh motor listrik BS bisa mencapai 45 km sekali isi baterai. Kebutuhan charging-nya tidak terlalu memakan waktu, cukup 6-8 jam baterai sudah terisi penuh. Jadi bisa diisi malam hari, pagi harinya bisa digunakan kembali untuk menunjang aktivitas masyarakat," pungkas Bamsoet.



Simak Video "Motor Listrik Mengaspal di Kota Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)