Denda Pajak Motor Karena Telat Bayar, Begini Cara Menghitungnya

Lusiana Mustinda - detikOto
Rabu, 07 Okt 2020 07:05 WIB
Razia pajak kendaraan bermotor terus digalakkan di DKI Jakarta. Kali ini belasan sepeda yang terparkir IRTI Monas diketahui menunggak pajak.
Cara menghitung denda telat pajak motor (Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Pemilik kendaraan bermotor wajib untuk membayar pajak kendaraan bermotor (PKB). Pungutan ini perlu dibayarkan setiap tahunnya. Jika telat, pemilik kendaraan harus membayar denda pajak motor.

Penambahan biaya denda pajak motor akan dicantumkan pada saat Anda membayar pajak di hari berikutnya. Sehingga disarankan untuk pemilik kendaraan bermotor agar membayarkan pajak tepat waktu.

Untuk Anda yang ingin mengetahui berapa jumlah denda pajak motor yang harus dibayar dari awal mengalami keterlambatan hingga lewat jatuh tempo.

Berikut cara perhitungan denda pajak motor:

Denda keterlambatan 2 hari - 1 bulan dikenakan denda sebesar 25%.
Keterlambatan 2 bulan: PKB x 25% x 2/12 + denda SWDKLLJ
Keterlambatan 6 bulan: PKB x 25% x 6/12 + denda SWDKLLJ
Keterlambatan 1 tahun: PKB x 25% x 12/12 + denda SWDKLLJ
Keterlambatan 2 tahun: 2 x PKB x 25% x 12/12 + denda SWDKLLJ

SWDKLLJ adalah singkatan dari Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Denda SWDKLLJ sendiri untuk motor adalah sebesar Rp 32.000 sedangkan mobil Rp 100.000.

Sehingga jika pajak kendaraan bermotor sekitar Rp 500.000 dan terlambat bayar 2 bulan, maka cara menghitung denda pajak motornya adalah 500.000 x 25% x 2/12 + 32.000 totalnya adalah Rp 52.900.





Simak Video "Twitter hingga Zoom Wajib Bayar Pajak Mulai 1 Oktober 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/erd)