Jumat, 04 Sep 2020 15:10 WIB

Beli Motor Hybrid Pertama di Indonesia, Bisa Bawa Pulang Rp 11 Juta

Luthfi Anshori - detikOto
Honda PCX Hybrid Honda PCX Hybrid. Foto: Rangga Rahadiansyah
Jakarta -

Honda PCX Hybrid bisa dikatakan menjadi motor hybrid pertama yang resmi dijual di Indonesia. Dengan teknologi lebih canggih, skutik tersebut punya harga lebih mahal dibanding PCX bermesin konvensional. Harga PCX Hybrid mencapai Rp 43.293.000 on the road Jakarta.

Untuk menarik minat konsumen, main dealer sepeda motor Honda Jakarta-Tangerang, PT. Wahana Makmur Sejati (WMS) memberikan program promosi untuk calon konsumen PCX Hybrid. Setiap pembelian Honda PCX Hybrid, Wahana menawarkan cashback (pengembalian uang tunai) sebesar Rp 11 juta. Promo ini berlaku sejak September hingga akhir Desember 2020 di seluruh jaringan dealer resmi Wahana di Jakarta dan Tangerang.

"Hingga akhir tahun ini, Wahana manjakan konsumen dengan beragam tawaran menarik. Salah satunya cashback belasan juta untuk tipe premium skutik Honda PCX Hybrid," jelas Group Head of Corcomm Wahana, Diana Anggraini.

Perawatan Baterai Honda PCX Hybrid

HondaPCX Hybrid memiliki arsitektur pembangkit daya yang unik, karena mengombinasikan mesin pembakaran dalam (ICE) dan motor listrik. Honda PCX Hybrid mendapat bantuan dari baterai guna menyuplai daya ke motor assist. Sehingga putaran rendah di motor sangat responsif, dan PCX Hybrid sedikit lebih hemat dibanding versi konvensional.

Dengan kompleksitas teknologi yang diusung, muncul pertanyaan bagaimanakah cara merawat baterai yang terselip Honda PCX Hybrid?

Sebagai informasi, baterai di PCX Hybrid memiliki usia pakai sekitar empat tahun. Tapi jangka waktu tersebut bisa lebih cepat habis bila pemiliknya tak memahami cara berkendara. Alhasil, konsumen harus merogoh kocek hingga Rp 7 juta untuk membeli baterai lithium-ion. Agar tidak cepat soak, gaya berkendara PCX Hybrid harus disesuaikan dahulu.

"Gaya berkendara. Kan kalau kita selalu menggunakan motor assist dalam keadaan tidak normal pasti usia pakai baterai semakin pendek. Jadi jangan sembarang dalam menggunakan mode assist D (drive) dan S (sport) hanya semata-mata ingin mendapat akselerasi lebih," kata Teknikal Servis Divisi AHM, Reza Rezdie Shahertian, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Semua tergantung kebutuhan saja. Jadi kalau mau dibetot terus-terusan ya tidak masalah sih, dan paling jadi pengaruh ke daya tahan aja," tambahnya.

Ia pun menerangkan jika baterai sudah lemah, motor akan memberi peringatan melalui lampu indikator berwarna oranye di panel meter. "Nah kalau sudah muncul assist sistem tidak bisa bekerja karena baterai tidak ada muatan listrik. Mesin tapi masih nyala, seperti PCX biasa performanya. Dan biasanya bisa dipastikan kalau sudah usia delapan tahun baterai itu benar-benar sudah mati," ujar Reza.

"Jadi tinggal lihat di baterai indikatornya saja. Kalau indikator tidak muncul berarti sistem hybrid normal, tidak perlu diapa-apain," tutupnya.



Simak Video "'Menyiksa' PCX di Bali, Terobos Kemacetan dan Jalan Naik Turun"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com