Dewa menjelaskan memiliki usaha rental motor di Bali bukan tanpa risiko yang berujung pada kerugian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Risiko kehilangan motor itu bisa saja terjadi. Oleh sebab kita harus benar-benar menyaring konsumen yang ingin rental. Untuk bisa menyaring konsumen itu bisa kita tahan KTP, SIM, serta dimana mereka menginap. Selanjutnya kita lihat tiket pesawat pulang-perginya, semuanya harus sama. Itu syarat utamanya, dan sekaligus kita mengetahui apakah mereka benar-benar liburan," tambahnya.
Baca juga: Keuntungan Beli Mobil Borongan |
Lain lagi saat berjumpa dengan konsumen atau pe-rental asal manca negara. Risiko lain juga dimiliki para pelaku rental motor.
"Kalau untuk tamu dari manca negara, risikonya motor bisa ditinggal di mana saja, di bandara atau di hotel. Untuk mengurangi risiko itu, saya suka melihat karakter orangnya terlebih dahulu. Kalau dilihat dari muka tidak meyakinkan, suka kita tahan passpor-nya. Memang banyak yang tidak mau, tapi kita tahan dokumen yang lainnya, dan ini untuk pengecualian tidak semua.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Dealer Mobil Jepang Berguguran di RI, Menperin Wanti-wanti Begini