Senin, 04 Nov 2019 09:12 WIB

Pajak Moge Turun Tak Kurangi Pendapatan Negara

Rizki Pratama - detikOto
Moge Harley-Davidson. Foto: Luthfi Anshori Moge Harley-Davidson. Foto: Luthfi Anshori
Jakarta - Motor gede (moge) mendapatkan penyesuaian Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dalam susunan baru Peraturan Pemerintah Nomor 73 tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor. Kendaraan roda dua dengan kapasitas lebih dari 500 cc dalam Pasal 40 PP No.7 3 tahun 2019 akan dikenakan tarif PPnBM sebesar 95% yang sebelumnya mencapai 125%.

Penurunan itu memang sekilas terlihat akan turut menurunkan pendapatan negara atas PPnBM. Namun sebenarnya penurunan itu justru akan meningkatkan pendapatan daerah apabila harga moge turun dan pembelinya bertambah banyak.



"Bukan berarti kemudian pemerintah menurunkan tarif pajaknya pendapatannya turun. Saya pikir pasti malah naik karena pasti yang dulu nggak niat beli motor akan beli motor. Pajaknya walau turun tapi dari sisi pendapatan daerah, bea balik nama, pajak kendaraan serta unit yang dibeli penggemar motor pasti meningkat. Jadi saya yakin pemasukan pemerintah dari pajak motor PPnBM motor besar tidak akan berkurang," terang Director of HOG Anak Elang Jakarta Chapter, Suherly di diler Anak Elang Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (2/11/2019) kemarin.

Pajak Moge Turun Tak Kurangi Pendapatan NegaraFoto: Pradita Utama


Dari sisi sebagai penggemar moge ia pun melihat kebijakan baru ini sebagai langkah yang positif. Para pengguna moge akan bertambah karena ada kemungkinan besar dalam waktu dua tahun setelah ditetapkan harga akan turun.



"Positif sekali buat penghobi motor besar yang dulu harus berpikir dua kali untuk beli motor besar karena harganya tinggi sekali begitu diturunkan berpikirnya cukup sekali aja langsung beli. Lebih terjangkau karena sekarang ini harganya memang cukup tinggi," ujar Suherly.

Namun ia tak dapat memperkirakan berapa besaran pemangkasan harga akibat PPnBM moge yang baru ini. Perlu dilihat lagi bagaimana kondisi setelah dua tahun di mana aturannya akan diterapkan nanti. Faktor biaya produksi dan nilai tukar rupiah tak dapat dihindari sebagai kontributor pengaruh harga jual moge di Indonesia.

"Saya belum tahu berapa, karena ada faktor lain. Mungkin produksinya dua tahun ke depan pokoknya jadi meningkat atau turun. Kalau harga produksi makin turun pasti akan makin bagus lagi. Pajak turun produksi turun pasti Harganya makin turun. Tapi kalau harga produksi naik paling imbang, tidak selalu akan equivalent pada penurunan pajak. Currency juga pengaruh karena ini impor jadi pengaruh juga selain turunnya pajak," pungkas Suherly.

Simak Video "Perubahan Sisi Desain dan Fitur Yamaha MT 25"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com