Jumat, 23 Agu 2019 15:43 WIB

Kekeringan Pengaruhi Penjualan Motor Honda di Jateng

Angling Adhitya Purbaya - detikOto
Ilustrasi Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance Ilustrasi Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance
Semarang - Penjualan motor dan kekeringan ternyata memiliki kaitan. Panen yang kurang maksimal akibat kekeringan mempengaruhi pembelian motor.

Penjualan motor Honda pada Juli 2019 ini menurun 7 persen dibanding bulan Juli tahun 2018 lalu. Kepala Wilayah Astra Motor Jateng, Ronaldo Wijaja mengatakan semester pertama tahun ini penjualan bagus, tapi masuk semester dua mulai berpengaruh akibat kekeringan.



"Beberapa hari lalu saya ke Tegal. Beberapa sawah mengalami gagal panen. Ini yang menyebabkan turunnya daya beli masyarakat dan berimbas kepada penjualan sepeda motor. Kita tahu agribisnis di Jateng sangat mempengaruhi perekonomian warga," kata Ronaldo, Jumat (23/8/2019).

Pada periode bulan Januari hingga Juli 2018 ada 329.032 unit sepeda motor Honda terjual Jawa Tengah, sedangkan tahun ini pada periode yang sama terjual 304.154 unit. Meski demikian Ronaldo menyebut market share motor Honda di Jateng mencapai 88,9 persen hingga bulan Juli.



"Jawa Tengah memang merupakan pasar yang sangat bagus untuk penjualan sepeda motor Honda. Karena masyarakat Jawa Tengah akan sepeda motor Honda terus mengalami tren yang positif," pungkasnya.

Untuk diketahui, jenis sepeda motor Honda paling laris di Jawa Tengah yaitu matic dengan kontribusi 94 persen kemudian jenis sport 3,5 persen dan jenis cub atau bebek 3 persen.

Simak Video "Pengakuan Pemuda yang Bakar Motor karena Ditilang"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com