Minggu, 18 Agu 2019 09:44 WIB

Anak Siantar Buat Museum Motor Tua Satu-satunya di Sumatera

Budi Warsito - detikOto
Foto: Budi Warsito Foto: Budi Warsito
Pematangsiantar - Berawal dari hobi dan kecintaannya dengan motor gede, H Kusma Erizal Ginting yang saat ini memiiki koleksi hampir seratus motor tua berencana untuk membuat museum motor tua.

Tujuannya membuat museum, agar kota kelahirannya itu menjadi salah satu tempat tujuan wisata. Bukan hanya sebagai kota transit para wisatawan yang mau ke Danau Toba.

"Rencana saya buat museum, ini galeri. Masih ada yang nggak berani saya masukkan karena nggak muat lagi. Dari Sabang sampai Bakahuni di Sumatera cuma ada di Siantar (museum motor tua). Maka Siantar akan menjadi tujuan wisata," jelasnya.



Selain kuliner dan hal lainnya, dirinya menyadari bahwa kehebatan Kota Pematangsiantar itu ada pada becak BSA, becak motor yang menggunakan motor perang peninggalan sejarah. Maka dari itulah ia merasa perlu ditambahkan tempat wisata sejarah. Dengan begitu, wisatawan akan lebih melirik Kota Pematangsiantar.

"Jadi kami kalau tidak berbenah nasib kami sama kayak Perbaungan kota mati. Kami harus buat becak ini luar biasa. Siantar harus sadari kehebatannya. Kuliner kami sekarang mulai nampak, ada kebun binatang, saya sumbangkan satu ikon (tugu becak BSA) itu satu rupiah itu nggak ada uang pemko, saya sumbang," ujarnya.

Dengan banyaknya tempat wisata, maka Kota Pematangsiantar akan menjadi destinasi bukan kota transit. Dengan begitu, wisatawan pun semakin banyak yang datang dan harapannya ekonomi bergerak.

"Saya manfaatkan waktu, karena harus kejar ini. Kalau lewat ini gawat. Untuk buat museum saya masih kurang sembilan merek lagi. Contohnya seperti Meclesh, Levis, ada lagi Triumph, ada banyak mereknya. Yang ideal untuk sebuah museum itu satu merek harus ada tiga varian," terangnya.



Khusus untuk BSA, Rizal memiliki cukup banyak varian. Total ada 14 varian BSA, untuk Harley dirinya memiliki 3 varian. Kemudian ada 3 varian Vespa, 3 varian Suzuki, 3 varian BMW dan jug Norton.

"Saya bukan menyatakan BSA itu is the best, tapi BSA itu sangat kental dengan sejarah bangsa. Itu persoalannya," kata Rizal.

Semua motor koleksinya mempunyai cerita sejarah. Seperti motor Bromfith dikenal Sach motor yang kedatangannya masuk ke Indonesia dibawa oleh seorang pastur. Kemudian BMW, ada juga Harley yang digunakan tuan tanah pada jaman VOC.

"Sach ini dari zending, pastur yang membawa ini. Ada juga yang membawa BMW," ungkapnya.

Koleksi lainnya milik Rizal yakni, Suzuki GT 380, Yamaha RD yang merupakan motor awal sebelum king cobra. Lalu Honda dua knalpot, dalam peristiwa Malawi ketika Hariman Siregar tolak pemerintah orde baru yang bekerja sama dengan Jepang. Juga ada Hondat tahun 1962 sport 50 CC, Zhundap yang digunakan Hitler, Vespa, dan lainnya.

Tak hanya dari Indonesia, Rizal juga berburu motor tua hingga ke Afrika. Di sana ia mendapatkan BSA Slover tahun 1928. motor itu dibelinya Rp 200 juta. Ia pun merogoh kocek dalam untuk membawa pulang motor itu. Ia juga memiliki BSA buatan Amerika tahun 1938.



"Pas saya ke London harga sudah Rp 700 juta di museum London. Jadi saya berpikir harus ambil dari jajahannya. Totalnya nggak terhitung lagi, dua aja udah hampir Rp 1 miliar. Saya udah nggak pandai lagi ngitung," paparnya.

Selama ini, ia juga kerap membeli becak BSA yang akan dijual anggotanya. itu dilakukannya agar motor-motor BSA itu tetap berada di Kota Siantar. "Kalau nggak diselamatkan, udah lari ke Bandung ke mana-mana. Aku korek uangku. Tapi dibalik-balik orang, sekarang dibilang orang, pantas habis becak di rumah Pak Rizal semua sekarang," imbuhnya,

Anak Siantar Buat Museum Motor Tua Satu-satunya di SumateraFoto: Budi Warsito


"Saya lagi cari motor yang sangat jarang ada di dunia, produknya nggak lebih dari 40 unit. Dahsyat kalau dapat, itu akan jadi trade mark museum motor tua saya," tandasnya.

Simak Video "NGOBS KUY! #17andidetikcom"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com