Untuk dijuluki bentor, motor lelaki berkapasitas 100 cc ini dimodifikasi dengan penambahan sambungan tempat duduk penumpang di samping kiri. Plus atap untuk menangkal hujan dan paparan sinar matahari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Daniel mengatakan sempat ada pabrikan China yang masuk. Harganya pun lebih murah ketimbang Honda Win asli. "Barang terima sudah jadi, ada merk dari China Jet Win juga itu lebih murah memang," tutur Daniel.
Mengenai performa hingga saat Daniel mengaku motor tuanya ini masih bisa diandalkan untuk mencari nafkah. Kebanyakan penumpang diakuinya lebih menyasar para ibu-ibu yang hendak pulang dari pasar untuk membawa banyak barang belanjaan. "Motor boleh tua bang, jalan bawa yang berat-berat masih kuat," kata Daniel.
(riar/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Mobil Pribadi Isi Pertalite Dibatasi, per Hari Maksimal Rp 500 Ribu
Australia 'Lumpuh', Hampir 500 SPBU Kehabisan BBM!