Rabu, 10 Jul 2019 09:47 WIB

Di Jerman Orang Berserban Penganut Sikh Wajib Pakai Helm

Rizki Pratama - detikOto
Kaum Sikh. Foto: DW (News) Kaum Sikh. Foto: DW (News)
Jakarta - Salah satu pengadilan tinggi di Jerman telah menegaskan penganut Sikhisme yang biasa menggunakan serban di kepalanya tidak mendapatkan keringanan hukuman jika tak menggunakan helm saat mengendarai motor.

Penegasan ini merupakan bagian dari respon terhadap salah seorang pria berserban di sana yang mengatakan tak bisa menggunakan helm.


"Orang menggunakan serban Sikh atas dasar kebutuhan agama tidak bisa menjadi alasan untuk tidak menggunakan helm," ujar Hakim Ketua Federal Administrative Court Leipzig, Renatte Phillip seperti dikutip dari Rideapart.

Salah satu argumen yang menegaskan hal itu mengatakan bahwa menggunakan helm tidak hanya melindungi penggunanya saja.

Helm juga menghindari trauma yang dialami pengemudi mobil jika menabrak pengendara motor tanpa helm. Sementara itu pengendara motor yang menggunakan helm diyakini lebih siap memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas.

Di India sendiri yang banyak menganut paham Sikh sempat mengalami perdebatan panjang. Meskipun diakui perihal tradisi kebudayaan dan kepercayaan sangat sulit sekali ditentang bahkan menggunakan akal sehat sekalipun. Hal ini pun berhasil dipertegas dalam aturan lalu lintas negaranya pada tahun 2014.


"Helm merupakan perlengkapan wajib untuk siapapun. Kecelakaan tidak ada hubungannya dengan agama," ujar Komisi Polisi lalu lintas India, Anil Shukla saat itu.

Di Indonesia sendiri memang tak ada pengecualian terhadap pengendara motor yang menggunakan serban boleh tidak menggunakan helm. Tak jarang pengendara yang menggunakan serban di kepalanya tanpa memikirkan risiko kecelakaan saat mengendarai sepeda motor.

Simak Video " Banting Stir Jadi Pengusaha Helm, Petani Ini Raup Ratusan Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed