Senin, 06 Mei 2019 20:55 WIB

Penumpang MRT Bisa Turun Karena Tarif Ojol Naik

Rizki Pratama - detikOto
Ojek Online Foto: Nadia Permatasari/Infografis Ojek Online Foto: Nadia Permatasari/Infografis
Jakarta - Ojek online atau lebih dikenal sebagai ojol kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi utama. Karena Seiring berkembangnya infrastruktur dan transportasi publik membuat ojol memiliki peran penting, karena kerap menjadi transportasi penghubung.

Namun dengan adanya kenaikkan tarif yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui Kepmenhub Nomor 348 tahun 2019 pengguna ojol berpotensi mengalami penurunan. Secara tidak langsung penurunan ini juga akan berdampak pada volume penumpang transportasi masal, seperti MRT dan LRT yang mana ojol berfungsi sebagai penghubungnya.

"Hal yang mengkhawatirkan adalah 40 persen lebih konsumen ini menggunakan ojek online sebagai sarana feeder buat ke publik transportation seperti LRT, MRT, dan lain-lain," ujar Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal dalam konferensi pers mengenai hasil survey penelitan Persepsi Konsumen terhadap Kenaikan Tarif Ojek Online di Indonesia bersama Research Institute of Socio-Economic Development (RISED)di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2019).



Transportasi publik yang belum terintegrasi satu sama lain diisi oleh ojol sebagai jembatannya. Tentu saja kenaikan tarif ojol ini mau tidak mau akan berdampak pada penggunaan transportasi publik. "Ini akan menyebabkan adanya zero rideship atau low rideship di public transportation tersebut yang mana belum cukup terintegrasi," lanjut Fithra.

Para pengguna jasa ojol pun akan mulai mencari alternatif lain yang lebih ekonomis seperti angkot. Survey tersebut juga menegaskan bahwa alasan utama penggunaan ojol adalah karena tarifnya yang murah. Kenaikkan tarif ini sudah pasti akan membuat sejumlah orang berpendapatan menengah ke bawah untuk mencari sarana transportasi lain yang lebih ekonomis.



"Sebagai bukti, Sebanyak 52,4% konsumen memilih faktor keterjangkauan tarif sebagai alasan utama. Jauh mengungguli alasan lainnya seperto fleksibilitas waktu dan metode pembayaran, layanan door to door dan keamanan. Oleh karena itu perubahan tarif bisa sangat sensitif terhadap keputusan konsumen," ungkap Ketua Tim Peniliti, Rumayya Batubara dalam kesempatan yang sama. (rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed