Jumat, 03 Mei 2019 09:09 WIB

Mengintip Harga Skutik Honda dan Yamaha yang Divonis Kartel

Dina Rayanti - detikOto
Ilustrasi skutik. Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance Ilustrasi skutik. Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance
Jakarta - Dua produsen sepeda motor asal Jepang Honda dan Yamaha divonis melakukan praktik kartel harga sepeda motor jenis skuter matik 110-125 cc. Akibat praktik kartel harga jual motor ke konsumen melambung tinggi. Konsumen disebut dirugikan.

Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Helmi Nurjamil pada Oktober 2016 lalu menilai harga skutik Honda dan Yamaha berkapasitas 110 cc dan 125 cc tidak wajar. Kala itu harga motor keduanya menyentuh Rp 15 juta karena alasan teknologi yang berkembang. Namun motor TVS yang juga mengusung teknologi sama harganya bisa lebih murah Rp 3 juta.


Merujuk pada situs resmi masing-masing pabrikan, Honda dan Yamaha paling banyak menawarkan varian skutik bermesin 110-125cc. Tercatat Honda memiliki sekitar 15 model pada skutik 110-125cc mulai dari BeAT series, Vario series, hingga Scoopy.

Sementara Yamaha sedikit lebih banyak yakni 16 model. Suzuki yang juga menjual skutik menawarkan tujuh model lewat Address dan Nex II. Sedangkan TVS hanya memiliki dua model yakni Dazz dan Dazz Fi.

Bagaimana soal harga? Honda menawarkan skutik 110-125cc nya pada model BeAT Pop CW yang dibanderol Rp 15.532.000. Harga BeAT memang bervariasi, termahalnya dijual seharga Rp 16.693.000. Kemudian ada model Scoopy yang dijual seharga Rp 18.943.000.

Vario Series juga bermacam-macam. Harganya ditawarkan mulai Rp 17.343.000-Rp 20.785.000.

Beralih ke Yamaha. Harga skutik Yamaha paling murah ada model Mio Z. Mio Z bermesin 125cc dijual Yamaha seharga Rp 15.800.000. Skutik 125cc lain dari Yamaha ada Fino, New Soul GT, Free Go, sampai Lexi. Motor skutik 125 cc Yamaha paling mahal ada pada model Lexi seharga Rp 26.500.000.


Suzuki juga punya tujuh skutik. Dari ketujuh model skutik Suzuki tak ada yang harga jualnya tembus Rp 20 juta. Suzuki menawarkan skutiknya mulai Rp 15.100.000 hingga yang paling mahal Rp 16.250.000.

TVS lebih murah lagi. Dua model skutik TVS tak ada yang harganya melebihi Rp 15 juta. Kedua skutik TVS itu masing-masing dijual Rp 12.700.000 dan Rp 13.400.000.

Honda
dan Yamaha sudah dinyatakan bersalah dan melakukan praktik kartel penentuan harga motor. Akibat vonis tersebut, Honda dan Yamaha dihukum denda total Rp 47,5 miliar. Denda Yamaha lebih besar yaitu Rp 25 miliar. Sementara AHM lebih kecil sebesar Rp 22,5 miliar.


Anggota Majelis R. Kurnia Sya'ranie saat sidang Februari 2017 lalu mengatakan, majelis komisi menentukan denda lebih besar kepada Yamaha karena memberikan data yang dimanipulasi.

Sementara denda AHM dikurangi sebesar 10 persen dari besaran proporsi denda karena kooperatif dengan menghadirkan saksi dari Presiden Direkturnya. Denda akan disetor ke kas negara.


(dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com