Selasa, 23 Apr 2019 15:42 WIB

Edukasi 600 Pelajar SMK Sebelum Mendapatkan SIM

Rizki Pratama - detikOto
Foto: Rizki Pratama/detikOto Foto: Rizki Pratama/detikOto
Jakarta - Tak bisa dihindari kendaraan bermotor roda dua juga telah menjadi kebutuhan pelajar di Indonesia untuk mobilitas mereka dari rumah ke sekolah. Namun kondisi psikologis remaja yang masih labil dan minimnya pemahaman keamanan berkendara dapat berujung pada kecelakaan lalu lintas.

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) III menyadari pentingnya sosialisasi safety riding dengan menggelar kembali program "Safe Ride Saves Hope" ke-5. Kali ini program tersebut dilaksanakan di SMKN 1 Jakarta dan mengikutsertakan kurang lebih 600 siswa-siswi kelas X pada.

"Pertamina selalu peduli pada aspek safety. Kami juga berkaca dari fakta bahwa banyak siswa tingkat menengah atas merupakan pengendara pemula yang masih baru maupun sebentar lagi akan memiliki SIM, sehingga sangat perlu kita berikan edukasi," jelas Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR III, Dewi Sri Utami.



Dewi melanjutkan, program ini merupakan bentuk edukasi mengenai pentingnya berkendara yang aman di jalan raya. Kesadaran dan edukasi berkendara untuk pelajar sebagai pengendara pemula perlu diberikan sejak dini, agar dari sekarang para pelajar terbiasa untuk mematuhi aturan di jalan raya. Selain itu program ini dapat membangun rasa empati dan saling peduli akan keselamatan sesama pengguna jalan.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penyaluran migas, Pertamina MOR III juga menitikberatkan konten sosialisasi mengenai keamanan berkendara di sekitar mobil tangki, terutama mengenai adanya titik buta atau blind spot.

"Bukan hanya mobil tangki, kendaraan ukuran besar memiliki area yang tidak bisa terlihat atau blind spot. Untuk mengetahui apakah kita berada pada blind spot atau tidak, kita bisa melihat muka pengemudi mobil tangki dari kaca spion, artinya kita juga terlihat oleh pengemudi mobil tangki. Ini berarti kita tidak berada di blind spot. Tapi jika sebaliknya, maka segeralah menghindar, karena kita sedang berada di area blind spot," tambah Dewi.



Berbeda dengan penyelenggaraan Safety Riding tahun sebelumnya, tahun 2019 ini para siswa dapat mencoba langsung bagaimana rasanya berada di balik kemudi kendaraan. Pertamina MOR III juga menghadirkan alat riding simulator. Para siswa berkompetisi mengendarai alat riding simulator. Siswa dengan teknik mengemudi terbaik dan terpenuhinya seluruh aspek keselamatan berkendaralah yang menjadi pemenangnya.

Selaku Kepala Sekolah SMKN 1 Jakarta, Drs. Rahmedi menanggapi positif program ini. "Pihak kami mendukung penuh program Safety Riding ini. Kami sebagai tenaga pendidik sangat bersyukur bahwa Pertamina MOR III peduli isu keselamatan berkendara bagi siswa-siswi kami yang merupakan pengendara pemula," tukasnya. (rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com