Hal itu terlihat dari angka ekspor motor buatan PT Astra Honda Motor (AHM) yang mencapai sebanyak 58.654 unit pada triwulan pertama tahun 2019. Angka ini tumbuh 83% dibandingkan dengan total pengiriman ekspor periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 32.089 unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami masih nomor satu dan terus mengalami kenaikan signifikan. Walaupun kompetitor naik tinggi kita masih market leader," Presdir PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Minoru Morimoto di Jakarta.
Dari capaian tahun lalu saat Jokowi hadir, Yamaha melakukan ekspor sebanyak 350 ribu unit CBU dan jutaan dalam bentuk CKD. Tahun ini pun mereka sudah targetkan untuk meningkatkan angka tersebut menjadi 430 ribu unit.
"Jadi tahun lalu waktu Jokowi ke pabrik kita bukukan 350.000 ribu unit CBU dan jutaan CKD. Tahun ini akan target 430.000 unit," ujar Executive Vice President and COO PT YIMM, Dyonisius Beti dalam kesempatan yang sama.
Dyon melanjutkan target ini untuk mendukung neraca perdagangan Indonesia sendiri. Dengan ini juga ekspor Yamaha akan berkontribusi memperkuat nilai tukar rupiah.
"Cukup sebenarnya dengan menggenjot ekspor sangat mendukung neraca perdagangan tahun lalu. Ini buat neraca perdagangan Indonesia jadi plus. Sekarang rupiah mulai kuat kembali," pungkas Dyon.
Komentar Terbanyak
Begini Pengakuan Polisi Sopir Rantis yang Lindas Affan Kurniawan
Pajak Mobil Indonesia Dicap Paling Tinggi Sedunia
Bayangin Aja! Pajak Toyota Avanza Rp 150 Ribu, Nggak Ada Gesek 5 Tahun Sekali