Selasa, 26 Mar 2019 07:31 WIB

Walau Tarif Naik, Ojol Tetap Akan Banjir Orderan

Ruly Kurniawan - detikOto
Ojek online. Foto: Pradita Utama Ojek online. Foto: Pradita Utama
Jakarta - Tarif ojek online (ojol) pada bulan Mei 2019 mendatang bakal naik. Di kawasan Jabodetabek, kenaikannya sekitar Rp 400 dari Rp 1.600 per kilometer menjadi Rp 2.000 per kilometer.

Walau menjadi sedikit lebih mahal, dipercaya bahwa driver ojol masih kebanjiran orderan atau pemesanan. Karena memang, nilai ekonomi pun mengalami pertumbuhan sebagaimana diucapkan Igun Wicaksono, Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Indonesia saat berbincang bersama detikcom Senin (25/3/2019).



"Saya rasa permintaan ojol tidak akan berpengaruh. Ya memang akan ada penurunan sedikit pada awal-awalnya. Tapi setelah itu akan kembali normal seperti sekarang," kata Igun lewat sambungan telepon.

"Sebab kalau memang ingin pindah ke moda transportasi lainnya, dia juga membutuhkan transportasi yang membawanya ke titik tersebut. Ojol ini unik, tak seperti transportasi umum lainnya. Dia bisa membawa penumpang dari satu titik ke titik tertentu (tujuannya) secara langsung. Ini yang tak ada di transportasi umum lain," lanjutnya lagi.



Lalu, kata Igun lagi, kalau memang ingin berpindah ke taksi online pun tak begitu besar gejolaknya. Sebab nantinya, taksi online juga akan mengalami kenaikan seiring pertumbuhan nilai ekonomi.

"Taksi online memiliki konsen yang sama seperti kita terutama tentang tarif. Katanya mereka ingin naik juga. Jadi ya tidak berpengaruh (tarif ojol naik)," tutup Igun. (ruk/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com