Minggu, 24 Feb 2019 21:36 WIB

Motor Boleh Masuk Tol Sebaiknya untuk Perjalanan ke Luar Kota

Ridwan Arifin - detikOto
Motor masuk tol di Malaysia. Foto: Triono Wahyu S Motor masuk tol di Malaysia. Foto: Triono Wahyu S
Jakarta - Pemerintah berencana untuk memperbolehkan motor masuk tol. Bikers yang mengendarai moge pun sangat mendukung langkah besar tersebut.

Dealer Principal Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta, Sahat Manalu mengatakan lebih aman motor gede (moge) masuk tol, bahkan menurutnya bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas bagi para pengguna moge.


"Menurut saya masuk jalan tol untuk keluar kota justru menekan angka kecelakaan," ujar Sahat kepada wartawan saat 2th Anniversary di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (24/02/2019).

"Sejauh ini masuk tol atau tidak bukan dibatasi dari cc tapi dari jumlah roda. Motor Harley-Davidson ini roda dua tapi ccnya seperti mobil," kata Sahat sambungnya.

Namun Sahat mengatakan kebijakan sangat didukung untuk jalan bebas hambatan atau tol luar kota. Sebab kondisi jalan tol dalam kota sudah tidak mungkin dan bikers moge gemar melakukan perjalanan jarak jauh.

"Saya sangat setuju tetapi untuk jarak-jarak luar kota, misalnya kita mau ke Jawa lewat tol. Karena justru kalau lewat tol lebih tertib. Tapi kalau di jalan tol kota seyogyanya tidak perlu," sambung Sahat.

Lebih lanjut ia menggambarkan di luar negeri, bikers moge di Indonesia jarang mengalami kecelakaan karena melewati jalan tol.

"Motor besar itu handlingnya, responsif nya tidak segera, sehingga kalau di jalan biasa dan tiba-tiba ada keluar motor dari gang, itu yang sering kali terjadi kecelakaan," kata Sahat.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Sekretaris Jenderal Harley Owner Group, Irawan. Ia meminta kepada pemerintah agar turut memperhatikan keselamatan pengendara bila telah menyetujui wacana tersebut. Baginya, aturan keselamat penting dilakukan bagi pengendara motor di jalan tol.


"Kalau saya setuju banget tapi perlu dibatasi kubikasi cc motornya, tidak semua motor masuk tol. Mungkin dengan 600 ke atas, minimal 1.000, karena kalau terlalu kecil simpang siur dan susah untuk diatur juga repot," ujar Irawan.

"Karena kalau kita lihat di luar negeri, motor lewat Highway melihatnya enak dan menikmati jalannya tetapi juga harus mentaati peraturan lalu lintas," kata Irawan. (riar/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed