Jumat, 25 Jan 2019 08:10 WIB

Produsen Jas Hujan Meraup Untung di Musim Hujan

Ridwan Arifin - detikOto
Produsen Jas Hujan Kebanjiran Order di Musim Hujan. Foto: Ridwan Arifin Produsen Jas Hujan Kebanjiran Order di Musim Hujan. Foto: Ridwan Arifin
Depok - Sejak bulan Oktober lalu, wilayah Indonesia terus-menerus diguyur hujan. Salah perangkat pengendara motor yang tidak boleh tertinggal adalah mantel atau jas hujan.

Apalagi pertumbuhan kendaraan bermotor setiap tahun meningkat, penjualan jas hujan pun semakin deras kala memasuki musim hujan. Seperti yang dirasakan oleh Mohamad Said, produsen jas hujan dengan merek Acold.

"Alhamdulillah, dari bulan Oktober permintaan tinggi sampai sekarang kita nggak ada stok lagi, sebulan bisa produksi sekitar 1.500 buah," ungkap Said kepada detikOto yang memiliki rumah produksi di Tapos, Depok, Jawa Barat.



Said mengatakan bahwa penjualan jas hujan tiap tahun kian meningkat. "Permintaan lumayan meningkat, khususnya di Acold ini ya, bisa sampai 100 persen dibandingkan tahun lalu," ujar Said yang mulai memproduksi jas hujan sejak tahun 2014.

Tidak diungkapkan berapa omzet keuntungan yang didapat oleh Said. Namun menurutnya yang terpenting adalah menjaga kualitas barang yang menjadi keunggulan dibandingkan produk lainnya.

Harga jas hujan yang dijual produk Acold mulai dari Rp 195.000 untuk bahan rubber (PVC), dan Rp 250.000 untuk berbahan taslan balon atau polyster coating PU. Desain milik produksi Acold terbilang beragam, ada jas hujan khusus wanita yang menggunakan rok, gamis, dan kerudung serta saat ini dirinya juga sudah memproduksi untuk para pendaki gunung.



"Kita permintaan tinggi, ada edukasi juga bahwa sebenarnya barang yang dibeli keliatannya dengan harga tinggi juga karena kualitas, tapi sebenarnya murah dalam artian penggunaan jangka panjang," ujar Said.

"Misal kita beli jas hujan yang ada di pasaran harganya Rp 50 ribu sampai Rp 70 ribu lebih rentan rusak atau robek, paling bisa digunakan sampai dua musim," ujarnya.

Menurut Said, kunci utama usaha ini adalah menetapkan pangsa pasar. Jika target sudah jelas, maka penentuan kualitas dan harga produk sekaligus strategi pemasaran lebih mudah.

Lebih lanjut, meski banyak pesaing dalam usaha ini, belum terlalu banyak pemain yang menggunakan jenis kain taslan balon sebagai mantel hujan, sehingga ia memberikan opsi lain. "Banyak produsen lain yang menggunakan bahan karet atau poly vinyl chlorie (pvc)," kata dia.



Tonton juga video '5 Hal Ini Bantu Tubuh Terhindar dari Sakit Saat Kehujanan':

[Gambas:Video 20detik]


Produsen Jas Hujan Meraup Untung di Musim Hujan
(riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com