Prediksi Motor Baru yang Meluncur 2019 (II)

Prediksi Motor Baru yang Meluncur 2019 (II)

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 28 Des 2018 15:13 WIB
Prediksi Motor Baru yang Meluncur 2019 (II)
Royal Enfield bermesin 650 cc dua silinder. Foto: Rangga Rahadiansyah
Jakarta - Tahun baru tentunya bakal semakin banyak pilihan kendaraan baru. Setiap tahun agen pemegang merek (APM) otomotif di Indonesia menyiapkan strateginya. Salah satu strategi yang dipersiapkan adalah peluncuran motor baru.

Meski terkesan menutup diri akan informasi mengenai produk baru, APM diam-diam pasti menyiapkannya. Development hingga memamerkan motor konsep menjadi tanda awal pabrikan sedang menyiapkan motor baru.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tahun 2019 mendatang, diprediksi bakal ada beberapa motor baru yang meramaikan pasar otomotif Indonesia. Mulai dari motor listrik buatan anak negeri sampai motor besar yang diimpor dari luar negeri bakal semakin menyemarakkan pasar roda dua Indonesia.

Sebelumnya sudah ditayangkan artikel berjudul 'Prediksi Motor Baru yang Meluncur 2019 (Bagian 1)'. Untuk melihat prediksi motor-motor baru lainnya yang meluncur 2019 bisa juga Anda lihat di sini.

Beberapa motor baru sudah menjadi bahan perbincangan akhir-akhir ini. Tak heran, spekulasi bahwa motor-motor baru itu meluncur 2019 semakin berkembang. Berikut detikOto sajikan prediksi motor-motor yang akan meluncur tahun 2019 berdasarkan isu yang berkembang, meski APM ogah membocorkan informasi detailnya.

Pesaing Nmax-PCX dari Suzuki

Suzuki Burgman Street 125cc di India. Foto: dok. SuzukiMotorcycleindia
Tak bisa dimungkiri, skuter matik (skutik) bongsor sedang ngetren di Indonesia. Sejak kelahiran Yamaha Nmax yang diproduksi di Indonesia dari awal, skutik bongsor bermesin 150 cc makin diminati. Ditambah lagi langkah PT Astra Honda Motor yang mulai memproduksi PCX di Indonesia. Persaingan skutik bongsor itu semakin panas.

Suzuki kabarnya juga akan memboyong penantang Nmax-PCX untuk pasar Indonesia. Isu ini sudah lama terembus. Tapi, PT Suzuki Indombil Sales (SIS) memilih menunda peluncuran skutik yang kabarnya merupakan Suzuki Burgman tersebut.

Di India, Suzuki sudah meluncurkan Burgman Street, tapi mesinnya 125 cc. Kalau mau bersaing di Indonesia seharusnya Burgman minimal mengusung mesin 150 cc. Ketika dimintai konfirmasi soal kabar peluncuran Burgman, pihak Suzuki tampak masih ragu.

"Sudah ada (persiapan membawa Burgman ke Indonesia). Kalau dilihat market premium itu seksi sekarang. Jumlahnya bertumbuh. Tetapi apa sekarang saat yang tepat untuk masuk? Karena hitungannya tidak hanya itu saja. Kita lihat sisi kalau lawannya lagi kuat, terlalu kuat, sehinga kita tidak punya competitive advantage ya kita cukup berdarah-darah nanti," papar Manager Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Banggas Pardede beberapa waktu lalu.

Pesaing Nmax-PCX dari Suzuki ini menjadi salah satu motor yang paling ditunggu-tunggu. Banyak yang berharap motor ini segera hadir sehingga pilihan di kelas skutik 150 cc semakin beragam.

Honda X-ADV

Foto: dok. AHM
Skuter petualang Honda X-ADV sudah lama diperkenalkan secara global. Namun, PT Astra Honda Motor (AHM) baru membawa X-ADV di pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018, April lalu.

Meski sudah mengaspal di negara ASEAN lain seperti Vietnam, AHM belum menjual X-ADV. AHM hanya ingin mengetahui animo masyarakat akan motor itu.

Mungkin Honda X-ADV juga akan diluncurkan di Indonesia tahun depan kalau studi AHM memutuskan untuk layak dipasarkan motor tersebut. Soal skutik adventure ini, Indonesia terbilang telat. Motor tersebut sebelumnya telah meluncur di Vietnam tahun lalu, sementara setahun setelahnya baru ada di Indonesia dan itu pun hanya sekadar dipamerkan saja.

Di Negeri Sakura, Honda X-ADV warna Digital Silver dijual dengan harga 1.209.600 yen (Rp 143,9 juta) di Jepang, dan khusus warna Victory Red harganya 1.242.000 yen (Rp 147,7 juta).

Honda X-ADV dibekali mesin 745 cc berpendingin cairan, SOHC dengan transmisi kopling ganda 6 percepatan. Mesin injeksi bahan bakar itu mampu menyemburkan tenaga hingga 54 PS dengan torsi maksimal 68 Nm.

Motor ini menggunakan instrumen LCD dengan gaya rally, lampu depan LED kembar, bagasi 21 liter di balik jok dengan soket 12 volt, knuckle guards, smart key system dan immobilizer.

Royal Enfield Interceptor 650 dan Continental GT 650

Foto: Dok. Royal Enfield
Secara global, Royal Enfield membangkitkan kembali motor bermesin dua silinder. Motor bermesin dua silinder Royal Enfield pertama setelah absen sekian lama hadir dalam bentuk Royal Enfield Interceptor 650 dan Continental GT 650. Keduanya disebut sebagai Royal Enfield Twins karena mengusung mesin dua silinder segaris.

Kedua motor itu sudah melakoni debut global di California, Amerika Serikat. Dan Royal Enfield Amerika Serikat juga sudah mengumumkan harganya. Ketika debut global, kebetulan detikOto mendapat undangan menghadirinya di peluncuran sekaligus uji coba kedua motor ini di Santa Cruz, California, Amerika Serikat, September lalu.



Saat ditemui detikOto di Santa Cruz, California, CEO Royal Enfield Siddharta Lal, mengonfirmasi bahwa kedua motor itu bakal diluncurkan di Indonesia awal 2019.

Di Amerika Serikat motor ini sudah diluncurkan dan diumumkan harganya. Continental GT 650 Twin dibanderol mulai dari US$ 5.999 atau setara dengan Rp 89,4 juta. Sementara Interceptor 650 Twin dijual mulai US$ 5.799 atau Rp 86,5 jutaan.



Terdapat tiga tipe pada Continental GT 650 Twin, yaitu warna solid yang dibanderol US$ 5.999, tipe custom (dua warna) yang harganya US$ 6.249 (Rp 93,2 juta), serta warna chrome yang dijual US$ 6.749 (Rp 100,6 juta). Begitu juga dengan Interceptor yang terdapat tiga tipe yaitu warna solid seharga US$ 5.799, custom (dua warna) US$ 5.999 (Rp 89,4 juta), serta warna chrome US$ 6.499 (Rp 96,9 juta).

Royal Enfield Continental GT 650 Twin dan Interceptor 650 Twin di Amerika Serikat hadir dengan ABS sebagai fitur standar tanpa biaya tambahan. Kemungkinan fitur ABS juga hadir di Royal Enfield Interceptor 650 dan Continental GT 650 yang akan dibawa ke Indonesia mengingat Royal Enfield mengaku tidak membeda-bedakan spesifkasi motor di setiap negara di dunia.

Skutik Honda Berbasis Konsep Project G

Foto: Agung Pambudhhy
Di lantai IMOS 2018, AHM juga memamerkan konsep skuter matik (skutik) baru. Konsep skuter itu bernama Project G. Motor itu belum diproduksi massal, Honda baru memamerkan saja di IMOS 2018.

Tak menutup kemungkinan AHM akan segera memproduksi massal skutik tersebut. Presiden Direktur AHM, Toshiyuki Inuma, memang belum bisa memastikan kapan pihaknya bakal memproduksi massal Project G. Dia menyebut, Project G baru sekadar tes pasar.



"Project G sedang tes pasar ke konsumen di Indonesia, apakah orang Indonesia menerima atau tidak," kata Inuma kepada detikOto.

Masih menurut Inuma, saat ini banyak masyarakat yang tertarik dengan Project G. Namun, sekali lagi Inuma tak bisa menyebutkan waktu peluncuran versi produksi massalnya.

"Kita ingin membuat pasar baru dengan konsep baru dan platform baru. Sekarang kami selalu mengembangkan new next development platform. Saya pikir platform terbaru kami lebih baik. Lebih rendah getarannya. Kami selalu mencoba meng-improve produk kami untuk membuat bahagia konsumen Honda. Semua motor Honda," ujar Inuma.

Motor Sport 250 cc Suzuki

Motor sport 250 cc Suzuki. Foto: Paultan
Persaingan motor sport 250 cc di Indonesia cuma diramaikan oleh tiga pabrikan. Mereka adalah Kawasaki dengan Ninja 250, Honda dengan CBR250RR, serta Yamaha yang menjual R25.

Tinggal Suzuki yang belum meramaikan pasar ini. Bisa jadi, ke depan Suzuki akan menghadirkan motor 250cc, GSX-R250. Bahkan disebutkan, pihak Suzuki Indonesia tengah mempersiapkannya. Hanya saja dewasa ini pasar motor 250cc di Indonesia kurang bergairah.

Apalagi, Manager Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Banggas Pardede menyatakan bahwa bisa saja GSX-R250 diproduksi dalam negeri. Soalnya, pabrik Suzuki sudah bisa membangun motor dari nol.



"Di pabrik Suzuki di Indonesia, kita bisa bangun motor dari nol seperti bikin mesin dan lain-lainnya. Mesin apa saja, 150cc, sampai 250cc," katanya kepada wartawan di kawasan Tangerang Selatan, Selasa (10/7/2018).

"Tapi tidak mudah juga untuk merealisasikan produk baru untuk langsung diproduksi di sini. Karena kita harus bicara minimum quantity. Perlu diketahui, salah satu investment terbesar untuk produksi sepeda motor ada di cetakannya. Nah ini dirundingkan, mana yang lebih efektif yakni disatukan di Indonesia (dengan pabrik perakitannya) atau dipusatkan ke Jepang semua? Jawabnnya saya tidak bisa katakan, bukan kompetensi saya," lanjut Banggas.

"Secara prinsip, Indonesia itu pasar paling seksi. Pabrik Suzuki pun sudah siap (produksi motor baru atau GSX-R250). Jadi, ketika kita inginkan harganya kompetitif, ya sebaiknya diproduksi di sini. Namun kita harus memiliki business plan untuk meyakinkan principal. Jaminannyalah ibaratnya," ungkap Banggas.

Motor Trail 150 cc Yamaha

Rendering Motor Trail Yamaha. Foto: Julak Sendie
Yamaha dikabarkan tengah menyiapkan motor trail 150 cc. Kabar itu mencuat dari salah seorang sumber yang tak ingin disebut namanya. Katanya, motor trail Yamaha itu akan mengusung mesin yang sama dengan Vixion.

Namun, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) masih enggan berkomentar soal isu motor trail 150 cc tersebut. Ditanya kabar motor trail 150 cc, Manager Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Antonius Widiantoro menjawab tunggu saja.

Anton menilai pasar motor trail 150 cc di Indonesia potensial. Memang, motor trail 150 cc saat ini peminatnya rata-rata adalah penghobi motor offroad.



"Pertimbangannya yang pasti demand. Kalau demand besar kenapa tidak kita siapkan," sebutnya.

Meski pihak Yamaha Indonesia belum bisa memberikan tanggapan, isu ini memang sudah menyebar di kalangan pencinta otomotif. Bahkan, rendering (reka desain) dari calon trail terbaru Yamaha sudah banyak yang membuat. Salah satunya adalah rendering karya Julak Sendie Design.

Prediksi desain trail 150cc Yamaha yang ia buat, berdasarkan dari desain Yamaha WR125 yang sudah lebih dulu eksis di Eropa. "Iya mas, inspirasinya memang dari WR125," ujar Sendie kepada detikOto.

Halaman 2 dari 7
(rgr/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads