Minggu, 25 Nov 2018 12:07 WIB

Sudah Tahu Kenapa Ban Berwarna Hitam? Ini Alasannya

Rizki Pratama - detikOto
Ban. Foto: Rachman Haryanto Ban. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Perkembangan teknologi ban sudah mengalami metamorfosis panjang sejak Ford Model T pertama kali dilahirkan pada tahun 1908. Ban modern tidak hanya memiliki perbedaan ukuran, senyawa, dan struktur secara keseluruhan, tapi juga memiliki perbedaan warna. Pada awalnya warna ban berwarna putih dan mulai menjadi hitam pada saat Perang Dunia I.

Mungkin kebanyakan orang tidak peduli dengan alasan mengapa ban berwarna hitam. Namun jika Anda berkunjung ke pabrik pertama Ford yang sekarang sudah menjadi museum maka akan menemukan Model T dengan ban berwarna putih.



"Ban pada mobil pertama memiliki warna yang lebih terang karena warna alami karet. Karbon hitam ditambahkan ke senyawa karet sekitar tahun 1917 dan menghasilkan peningkatan ketahanan aus sepuluh kali lipat," ujar seorang perwakilan perusahaan Ford.

Peningkatan umur panjang ini dikonfirmasi oleh insinyur kimia pemenang penghargaan, Jack Koenig. Dalam bukunya Spectroscopy of Polymers dia menyebut ban tanpa karbon hitam akan bertahan kurang dari 5.000 mil.

Juru bicara Michelin melanjutkan, karbon hitam mewakili sekitar seperempat hingga 30 persen dari komposisi karet yang digunakan di ban saat ini. Selain membuat ban lebih tahan aus, material yang memberi ban warna hitam juga bagus dalam melindungi ban terhadap sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan retak serta meningkatkan cengkeraman dan handling pada aspal.



Perusahaan ban Coker juga memberikan pengetahuan mengenai warna hitam ban melalui posting blog berjudul "The History and Timeline of Whitewall Tyres" yang menyebutkan bahwa sifat penguatan karbon hitam adalah kuncinya. Blog Hug the Road dari Goodyear juga menyebutkan peningkatan ketahanan terhadap ozon dan peningkatan konduktivitas untuk membantu memindahkan panas dari tapak dan sabuk sebagai manfaat kunci untuk bahan yang menghitam.

Sejarah pergeseran warna ban menjadi warna hitam cukup menarik namun juga suram. Tour Guide Museum Ford Piquette, Jack Seavitt mengatakan pada awal 1990 pembuat ban menemukan bahwa mereka bisa menambahkan magnessium oxide ke dalam karet untuk meningkatkan kekuatannya.

"Tapi magnesium oxide diperlukan dalam industri amunisi selama Perang Dunia I. Jadi mereka mengatakan kepada industri otomotif: Anda tidak dapat menggunakan kuningan lagi, dan Anda tidak dapat menggunakan magnesium oxide dalam ban. Jadi mereka disuruh untuk menggunakan sumber daya lain yang akhirnya ditemukanlah karbon hitam," tambah Jack.



Tonton juga 'Ada Ban Anti Paku di Gaza, Kok Bisa?':

[Gambas:Video 20detik]

Sudah Tahu Kenapa Ban Berwarna Hitam? Ini Alasannya
(rip/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com