Motor listrik Gesits direncanakan bakal diproduksi massal pada Januari 2019. Motor yang dikembangkan oleh Garansindo dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini punya segudang kelebihan.
Motor ini terbilang ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan emisi. Secara performa, motor listrik buatan anak bangsa ini tak kalah dari motor konvensional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Bocoran Harga Motor Listrik Gesits |
"Dan bisa mencapai kecepatan sampai 120 km/jam, maksimal. Bahkan 150 bisa. Cuma 120 km/jam batas yang aman," kata Joni di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (7/11/2018).
Menurut Joni, pihaknya biasa mengisi ulang baterai Gesits hanya dalam 2-3 jam. Dengan pengecasan dalam waktu tersebut, Gesits sudah bisa menempuh jarak 70 km.
"(Dua-tiga jam pengecasan) itu sudah penuh. Untuk 70 km," sebut Joni.
Pengisian ulang baterai Gesits sama seperti mengecas ponsel. Tak ada colokan khusus, sama seperti sumber listrik di rumah.
"Tapi nanti yang dikembangkan oleh tim ini baterainya akan di-swap seperti elpiji," ujar Joni.
Maksudnya, kalau tidak sempat mengecas baterai Gesits di rumah, konsumen juga bisa menukar baterai kosong dengan baterai yang sudah terisi penuh. Penukaran baterai itu semudah membeli gas elpiji. Penukaran itu bisa dilakukan di SPBU Pertamina.
"Jadi ini swap, jadi (baterai) mau habis, pergi ke SPBU langsung ada swap station, ada bayar pakai HP yang di dalam itu, di situ ada bayarannya. Nanti ada aplikasinya. Bayar pakai ini, nggak pakai cash. Masuk (ke SPBU), bayar, kasih (baterai) yang lama (yang sudah kosong), ambil yang baru (yang sudah terisi penuh), jalan. Jadi nggak ada cerita nunggu tiga jam, lima jam, udah nggak ada lagi. Langsung diganti saja," jelas Direktur PT Gesits Technologies Indo Zaki Nahdi Saleh.
Menurut Zaki, fasilitas itu sudah disiapkan oleh Pertamina. Awalnya, sistem pengisian baterai tersebut akan tersedia di SPBU Pertamina di Jakarta.
"Setelah Jakarta nanti Surabaya-Bali. Bertahap. Karena itu Pertamina sama WIKA dan BUMN-BUMN bersama. Jadi benar-benar ini produk bersama nasional," ujar Zaki.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Minta Potongan Ojol di Bawah 10%: Kalau Tak Mau, Jangan Usaha di RI
Pelajaran dari Oknum TNI Lawan Arah, Ngamuk Gebrak Ambulans
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi