Senin, 16 Apr 2018 14:42 WIB

Remnya Blong Motor Skutik Terbang, Untung Ada Benteng Penyelamat

Rangga Rahadiansyah, Ruly Kurniawan - detikOto
Rem blong di turunan, motor matik diselamatkan benteng penyelamat. Foto: Istimewa Rem blong di turunan, motor matik diselamatkan benteng penyelamat. Foto: Istimewa
Jakarta - Motor matik atau skuter matik (skutik) saat ini memang menjadi motor yang paling laris di Indonesia. Mengendarai skutik yang mudah dan sederhana menjadi pilihan banyak orang Indonesia.

Namun, di tengah kemudahan mengendarai skutik, pengendaranya harus lebih bertanggung jawab dan berhati-hati. Begitu juga saat mengendarai skutik di turunan tajam.

Baru-baru ini ada kecelakaan yang melibatkan skutik saat turunan. Skutik itu mengalami rem blong. Dalam video yang beredar, skutik yang ditunggangi dua orang itu melaju dengan kecepatan tinggi di turunan, malah kecepatannya lebih tinggi dibanding kendaraan lainnya.

Menurut informasi, peristiwa ini terjadi di Cangar-Pacet Mojokerto. Beruntung pemotor dan penumpangnya selamat dan hanya mengalami luka ringan.

Di tempat kejadian, memang sudah terdapat benteng penyelamat. Benteng penyelamat itu dibangun untuk melindungi kendaraan yang mengalami rem blong.

Terlihat dalam video, motor matik yang melaju kencang di turunan itu langsung mengincar benteng penyelamat. Motor terlihat menabrak benteng penyelamat dengan kencang. Mungkin kalau tidak ada benteng penyelamat itu motor akan meluncur ke jurang.

[Gambas:Video 20detik]



Kejadian serupa tak cuma satu kali. Sebelumnya, ada juga motor matik yang keluar jalur dan menyangsang pepohonan akibat rem blong. Dikatakan, rem skutik tersebut blong saat melaju di turunan. Melihat jalurnya, memang cukup esktrem untuk dilalui. Berbagai tanggapan dan saran pun seketika menghujani.

"Pernah kaya gtu,,jangan di pantengin trs rem nya,, panas pada rem cakram akan mengakibatkan memuai akibat nya cakram tidak bisa bergfungsi maksimal dan terjadilah rem blong. Buat meminimalisir gas jgn kosong harus ada putaran mesin," tulis akun @andrebimos di kolom komentar.

"Jangan sering2 pakek rem depan..rem depan d pakek kalo pas turunan tajam saja klo rem belakang sudah gk mampu...trus agak d gas dikit," saran warganet lainnya, @agus_ri_awan.

Beberapa diantaranya juga mengatakan bahwa turunan tersebut memang cukup bahaya. Oleh karenanya, harus dibutuhkan keahlian dalam berkendara saat melintasinya, bukan hanya kondisi kendaraannya saja.

"Saya jg pernah ngrasain rem blong di daerah situ,pake supra GTR,tp baru yg belakang,yg depan masih bisa buat ngerem,lgsg buru2 cari tempat datar buat berhenti tunggu sampe dingin cakramnya,untuk turunan ekstrim jalur Dieng ke Bawang bukan cuma motor aja yg harus fit,pemahaman soal kendaraan jg sangat dibutuhkan,bukan cuma emak2 yg dlosor disitu,bnyak jg anak2 klub mtor yg dlosor jg," @ikhsanulmujab membagikan ceritanya.

Maka selalu cek kendaraan sebelum digunakan ya, Otolovers. Jangan sampai hal ini terulang kembali.

[Gambas:Instagram]

(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed