Pemerintah Tambah Angkutan Umum Biar Masyarakat Tak Naik Motor

Dina Rayanti - detikOto
Jumat, 13 Apr 2018 11:18 WIB
Motor malah digunakan untuk mengangkut barang yang besar (Foto: pasangmata.com)
Jakarta - Transportasi umum yang belum memadai membuat sebagian besar warga Jakarta memilih menggunakan sepeda motor untuk menemani aktivitasnya sehari-hari. Bahkan sepeda motor saat ini bisa dibilang sebagai salah satu angkutan umum karena semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan jasa ojek sepeda motor.

Tapi rupanya sepeda motor belum memiliki payung hukum sebagai angkutan umum masal lho Otolovers. Sepeda motor diperbolehkan mengangkut penumpang karena masih dibutuhkan masyarakat sehingga keberadaan ojek online tidak diberantas ataupun dibatasi.



Pemerintah sendiri sedang berusaha untuk memperbaiki transportasi umum agar masyarakat perlahan-lahan mulai beralih menggunakannya ketimbang naik sepeda motor saat berpergian.

"Kalau saya pribadi saya lebih mendorong angkutan umum diperbanyak aksesibilitas konektivitas ke daerah-daerah semakin banyak. Kita dari sisi pemerintah kan juga mengikuti acuan dunia menyangkut zero accident jadi fenomena ini harus dikurangi," jelas Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi saat dihubungi detikOto.

"Makanya sekarang yang dilakukan pemerintah memperbaiki jaringan transportasi angkutan baru ke Jakarta sebetulnya itu kita harapkan mulai diminati masyarakat daripada menggunakan sepeda motor," lanjutnya lagi.



Budi menambahkan, sepeda motor lebih rawan kecelakaan jika dibandingkan transportasi umum lain. Melihat data milik Korps Lalu Lintas Polri saja, kecelakaan menggunakan sepeda motor merupakan yang terbesar mencapai 32.613 kecelakaan. (dry/ddn)