Selasa, 20 Mar 2018 09:46 WIB

Alat Anti-maling Motor Buatan Anak SMK Dijual Rp 300 Ribu

Eko Susanto - detikOto
Dua Anak SMK Semarang Bikin Sistem Anti-maling untuk Motor. Foto: Eko Susanto/detikcom Dua Anak SMK Semarang Bikin Sistem Anti-maling untuk Motor. Foto: Eko Susanto/detikcom
Semarang - Starter Montor Pinter karya siswa SMK Telekomunikasi Tunas Harapan, Kabupaten Semarang, telah dipesan. Sejauh ini sudah ada sekitar 10 orang yang memesannya.

Starter ini merupakan karya siswa kelas XII D Teknik Komputer Jaringan (TKJ), SMK Telekomunikasi Tunas Harapan, Anjas Kumala (17) dan Andre Kristanto (18). Adapun untuk menghidupkan dan mematikan Starter Montor Pinter (Wirelles Automatic Ignition) ini menggunakan smartphone berbasis android.

Dengan memanfaatkan aplikasi Arduino Bluetooth, alat ini mampu untuk mematikan kelistrikan motor dari jarak jauh. Rangkaian inilah yang bisa mengirimkan sinyal hingga bisa dinyalakan maupun dimatikan melalui smartphone. Untuk membuat rangkaian ini, kedua siswa SMK menghabiskan anggaran sekitar Rp 200 ribu dan perangkatan ini ditaruh di bawah jok sepeda motor.



"Sejauh ini sudah ada 10 orang yang memesannya dan harga jualnya Rp 300 ribu," kata Anjas dalam pesan singkatnya, Senin (19/3/2018).

Dalam membuat Starter Montor Pinter ini, kata dia, jika sepeda motor jalan terus, aki tidak terpengaruh. Meski demikian, jika dalam waktu lima hari motor tidak dipakai akan berpengaruh pada akinya.

Cara kerjanya, kata Andre, alat untuk menyalakan sepeda motor dengan menggunakan handphone dibuat menggunakan arduino yang dipasang di kendaraan sehingga bisa diremote dengan aplikasi HP. Untuk itu, sepeda motor bisa menyala maupun mati.

"Saat sepeda motor berhenti, alat ini selalu hidup. Jika dicuri, pelaku tidak bisa menghidupkan mesin sepeda motor. Karena untuk menghidupkan dan mematikan dengan aplikasi tombol smartphone," tutur Andre, seraya mempratikkan karyanya.



Untuk membuat karya ini, tambah Anjas, dalam sehari bisa jadi. Bahkan saat ini, sejumlah teman, guru maupun lainnya telah memesan untuk dibuatkan pengaman sepeda motornya.

"Saat ini yang pesan baik teman-teman maupun guru bahkan penjaga asrama. Pesanan ini belum bisa kami kerjakan karena saat ini masih konsentrasi ada ujian sekolah," ujarnya. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed