Hal tersebut dipaparkan oleh Irvino Edwardly, Country Manager Royal Enfield Indonesia ketika berbincang dengan wartawan saat peresmian Authorized Service Center (ASC) Royal Enfield pertama di BSD City, Tangerang. Dirinya juga mengklaim, Indonesia merupakan pasar yang berpotensi untuk pertumbuhan Royal Enfield.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, motor yang diproduksi di India tersebut masih belum berencana untuk membangun pabrik sendiri di Indonesia. Soalnya, pihak Royal Enfield Indonesia ingin berfokus ke pembukaan diler dan layanan purnajual resminya terlebih dahulu.
"Kalau untuk mendirikan manufaktur sendiri (pabrik-Red) belum ada perbincangan ke sana. Kita masih fokus untuk membuka diler resmi (serta layanan purna jual) dahulu," tutur Irvino.
"Lagi pula di India, itu produksi per harinya masih cukup (750-an). Jadi saya rasa masih cukup," kata Managing Director PT Distributor Motor Indonesia selaku diler resmi Royal Enfield di Indonesia, Ade Sulistioputra.
Di Indonesia, Royal Enfield mulai meluncur pada Januari 2016 lalu. Hingga kini, tipe yang sangat diminat ioleh warga Indonesia ialah Classic 350 dan Classic 500.
Meski bergaya retro, motor dengan mesin berkapasitas menengah tersebut (250-750cc) diklaim sangat nyaman dan cocok untuk digunakan sehari-hari. Tidak hanya untuk touring dan berkumpul dengan teman komunitas. (rgr/ddn)











































Komentar Terbanyak
Pemerintah Ancam Cabut Izin Gojek-Grab Andai Tak Patuhi Komisi 8%
Ramai Aksi Warga Perbaiki Sendiri Jalanan, Padahal Sudah Bayar Pajak Kendaraan
QR Code Pertalite Kendaraan Nunggak Pajak Disarankan Dihapus