Selasa, 20 Jun 2017 13:23 WIB

Menhub: Mudik Naik Motor Jangan Semuanya Diboyong

Dina Rayanti - detikOto
Pemudik yang menggunakan sepeda motor (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta - Meski diimbau untuk tidak dilakukan, mudik menggunakan naik motor masih saja sering dilakukan. Alasannya biaya yang dikeluarkan lebih murah jika dibandingkan naik kendaraan umum.

Namun, jika memang pemudik terpaksa mengendarai motor, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengungkapkan sebaiknya tak semua anggota keluarga diboyong naik motor.

"Kalau terpaksa pastikan motor dan pengendara sehat, sering istirahat dan harus sabar antre," kata Budi saat dihubungi detikOto, Selasa (20/6/2017).

"Jangan diborong semuanya, kalau anak dua, nanti di motor jadi berempat itu jangan. Muatan jangan berlebihan, juga penumpang jangan berlebih," lanjut Budi.

Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu juga mengatakan, sepeda motor dirancang maksimal untuk dua orang yang terdiri dari satu pengemudi dan satu penumpang. Maka dari itu, tidak disarankan membonceng lebih dari satu orang penumpang.

"Secara norma keselamatan itu tidak aman. Naik motor itu tidak pernah stabil. Naik motor itu full body contact. Ketika kecelakaan, anggota tubuh pengemudi atau penumpang yang langsung kontak dengan aspal atau objek-objek lainnya. Beda dengan mobil," kata Jusri. (dry/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com